Parade sejarah dari Periode Heian, “Aoi Matsuri”

Parade sejarah dari Periode Heian, “Aoi Matsuri”

Aoi Matsuri/Festival Aoi (lebih dikenal dengan Hollyhock Festival) adalah salah satu dari tiga festival besar di Kyoto, bersama dengan Gion Matsuri dan Jidai Matsuri. Aoi sendiri adalah bahasa Jepang dari daun hollyhock (daun besar dengan warna cerah), yaitu daun yang biasa digunakan oleh penduduk Kyoto selama matsuri ini. Bahkan kambang bunga hollyhock ini digambarkan juga pada kuda atau sapi yang ikut ke dalam parade. Festival Aoi, salah satu festival tahunan terbesar di Kyoto.  Aoi Matsuri adalah salah satu festival musim semi yang diadakan rutin di Kyoto setiap 1 tahun sekali, tepatnya di bulan Mei. Festival ini adalah festival kuno penuh keanggunan dengan pawai yang indah yang telah ada sejak 1000 tahun yang lalu. Puncak dari perayaan Aoi Matsuri ini adalah dengan melakukan iring-iringan atau upacara di jalan raya atau yang disebut sebagai Roto no gi. Festival ini sebuah perayaan dimana para pejabat istana diring menuju ke kuil Kamigamo dan juga kuil Shimogamo. Para pejabat nantinya akan menggunakan pakaian warna-warni untuk simbol penghormatan kepada pada kaisar atau pejabat istana pada zaman Heian. Dikatakan bahwa festival ini dimulai saat zaman Heian ketika kaum bangsawan sedang berkembang di Jepang. Sebagai penanda terjadinya hal ini di masa lalu, orang-orang memakai kostum yang indah selagi mereka mengenang momen ketika mengirim pesan Kaisar dan membawa sesajen ke kuil Shimogamo dan Kamigamo. Festival ini berlangsung di jalan-jalan di Kyoto. Sekitar 500 orang menggunakan kostum tradisional dan berpawai mengelilingi jalanan. Totalnya adalah 500 orang, 35 kuda, 4 lembu, dan 2 gerobak sapi. Rute pawai festival dimulai di Kyoto Imperial Palace, kemudian pergi ke Shimogamo Shrine, dan akhirnya berakhir di Kamigamo Shrine.

Sumber :

https://jpninfo.com/id/2516

https://www.infojepang.net/event/aoi-matsuri/

https://www.japan-guide.com/e/e3948.html

Shared by NEXS Japanese Language Center

🌟 NEXS Japanese Language Center 🌟
Kursus Bahasa Jepang di Surabaya (Kelas Regular & Private)
Kursus Bahasa Jepang Online
Studi Ke Jepang

Conversation Class Bahasa Jepang di Surabaya
Kelas Persiapan JLPT di Surabaya
Kelas Bahasa Jepang ONLINE
Konsultasi pendidikan ke Jepang di Surabaya
Jasa Penerjemahan Bahasa Jepang di Surabaya
Program Study Tour ke Jepang

Head Office NEXS Japanese Language Center:
Komplek Ruko Transmart Rungkut Blok A-25
Jl. Raya Kalirungkut No. 23 Surabaya 60293
TELEPHONE: (031)8781033
WA : 081335555002
ID LINE: nexs.center
e-mail: [email protected]
website: www.nexs.co.id

Mengenal bunga Tsubaki (bunga camellia)

Mengenal bunga Tsubaki (bunga camellia)

Bunga camellia berasal dari keluarga Theaceae, yang memiliki nama ilmiah Camellia japonica adalah salah satu pohon berbunga paling terkenal di Jepang. Tanaman ini adalah pohon yang dapat ditemukan di seluruh wilayah dengan suhu hangat di kepulauan Jepang. Di Jepang, Camellia dikenal dengan nama Tsubaki.

Camellia populer di kalangan bangsawan sejak zaman Edo, konon para wanita Jepang zaman dahulu sering menggunakan minyak bunga camellia untuk menyehatkan rambut mereka, tidak heran rambut mereka menjadi selembut sutera. Hingga saat ini pun minyak bunga camellia (tsubaki oil) sering dijumpai di supermaket negara Jepang.

Jika sebagian besar bunga mekar saat musim semi dan panas, tidak dengan camellia, bunga ini biasanya mekar pada musim gugur sekitar akhir bulan November serta bertahan mekar hingga musim dingin dan berakhir pada bulan Maret. Tidak heran diantara mekarnya Tsubaki terkadang terselip serpihan salju. Bunga ini melambangkan penyatuan sepasang kekasih. Petal bunganya yang halus dan berlapis-lapis mewakili seorang wanita, dan kelopaknya berwarna hijau yang menopang mahkota adalah representatif dari seorang lelaki yang melindunginya. Dua komponen tersebut (mahkota dan kelopak) tetap bersama-bersama bahkan setelah layu dan mati. Sebagaimana tanaman hias bunga pada umumnya, jika petalnya jatuh, kelopaknya tetap utuh. Lain halnya dengan bunga camelia, mahkota dan kelopak bunganya jatuh bersama-sama. Itulah mengapa bunga ini mewakili cinta abadi dan pengabdian selamanya.

Masing-masing warna bunga camelia memiliki simbolisme yang unik seperti putih, pink dan merah.

  • Cameli putih melambangkan kekaguman dan biasanya diberikan pada seseorang yang disukai.
  • Camelia pink melambangkan kerinduan seseorang dan diberikan kepada seseorang yang telah lama dirindukan.
  • Camelia merah melambangkan cinta, gairah dan keinginan yang mendalam.
Sumber :

https://www.gardenia.net/plant/Camelia-japonica-pink-perfection

www.idntimes.com

bibitbunga.com

Shared By : NEXS Japanese Language Center

🌟 NEXS Japanese Language Center 🌟
Kursus Bahasa Jepang di Surabaya (Kelas Regular & Private)
Kursus Bahasa Jepang Online
Studi Ke Jepang

Conversation Class Bahasa Jepang di Surabaya
Kelas Persiapan JLPT di Surabaya
Kelas Bahasa Jepang ONLINE
Konsultasi pendidikan ke Jepang di Surabaya
Jasa Penerjemahan Bahasa Jepang di Surabaya
Program Study Tour ke Jepang

Head Office NEXS Japanese Language Center
Komplek Ruko Transmart Rungkut Blok A-25
Jl. Raya Kalirungkut No. 23 Surabaya 60293
TELEPHONE: (031)8781033
WA : 081335555002
ID LINE: nexs.center
e-mail: [email protected]
website: www.nexs.co.id

 

Jaka Tarub vs Ama No Hagoromo

Jaka Tarub vs Ama No Hagoromo

Cerita Rakyat Jepang Ama No Hagoromo dan Cerita Rakyat Indonesia Jaka Tarub merupakan cerita rakyat yang berasal dari dua negara berbeda, namun kedua cerita rakyat ini memiliki kemiripan. Berikut adalah sedikit ringkasan dari kedua cerita dari dua negara yang berbeda.

Cerita Rakyat Jepang Ama No Hagoromo

Hagoromo (jubah bidadari) mengisahkan seorang pemburu yang bernama Ikatomi. Suatu hari dimusim semi Ikatomi mendaki gunung untuk mencari mangsa. Ternyata ada delapan gadis yang begitu cantik sedang mandi di danau. Saat Ikatomi melihat sekeliling, ada kain putih. Ikatomi segera mengambil dan menaruh di dadanya. Para putri yang telah selesai mandi, dengan segera terbang kelangit. Tetapi, ada salah satu putri surgawi yang tertinggal di danau. Disaat sang putri menangis, Ikatomi datang dan menyerahkan jubah bidadari. Ternyata senyum sang putri yang mencuri hati Ikatomi, membuat Ikatomi tidak jadi mengembalikan jubah bidadari. Ikatomi ingin sang putri menjadi istrinya. Dengan berat hati, sang putri menjadi istri Ikatomi. Saat sang putri sedang membersihkan rumah, dia melihat ada bungkusan warna hitam dilangit-langit dan ternyata ada jubah bidadari di dalamnya. Selama hidup bersama Ikatomi, sang putri mulai menyukai Ikatomi. Tetapi karena menderita, sang putri memutuskan untuk kembali ke langit.

Cerita Rakyat Indonesia Jaka Tarub

Jaka Tarub menceritakan mengenai seorang janda tua bernama ibu tarub. Sejak suaminya meninggal, dia mengangkat seorang anak laki-laki yang diberi nama Jaka Tarub. Jaka tarub merupakan seorang lelaki yang hebat dan gagah. Suatu hari ia ke hutan untuk berburu. Jaka Tarub mendengar suatu suara. Ia pergi ke tempat suara itu dan melihat ada 7 gadis yang sedang mandi di telaga. Mereka berasal dari kahyangan, lalu ia mengambil salah satu selendang gadis tersebut. Akibatnya sang gadis tidak dapat pulang ke kahyangan dan pergi bersama Jaka Tarub. Sang gadis bernama Nawang Wulan. Akhirnya mereka menikah dan dikarunia seorang anak perempuan yang cantik bernama Nawang Asih. Nawang Wulan mempunyai kelebihan yaitu dapat membuat sebakul nasi hanya dari satu biji padi. Namun kelebihan tersebut tidak diketahui siapapun termasuk Jaka Tarub. Nawang Wulan melarang Jaka Tarub untuk membuka tutup panci yang berisi satu biji padi. Namun Jaka Tarub melanggar perintah Nawang Wulan, karena tidak sanggup menahan rasa penasarannya Jaka Tarub membuka tutup panci tersebut. Lalu Nawang Wulan mengetahui bahwa Jaka Tarub telah membuka tutup panci tersebut. Karena ia melihat biji padi tersebut tidak menjadi nasi. Sejak saat itu Nawang Wulan kehilangan kelebihannya. Sampai suatu hari, ketika Nawang Wulan ingin mengambil padi, dia menemukan selendangnya terselip diantara butir-butiran padi. Akhirnya Nawang Wulan pulang kembali ke kahyangan.

Sekilas, cerita dari 2 negara yang berbeda ini tampak sama, namun tahukah kamu dari kedua cerita ini terselip beberapa perbedaan. Perbedaan pada kedua cerita rakyat, yaitu: Perbedaan tema cerita rakyat Ama No Hagoromo dan Jaka Tarub terdapat pada tema minor yaitu pelanggaran janji. Di dalam cerita rakyat Jaka Tarub, bahwa Jaka Tarub melanggar janji yang diberikan Nawang Wulan sedangkan dalam cerita rakyat Ama No Hagoromo tidak ada pelanggaran janji.

Kedua, perbedaan pada tokoh dan penokohan. Perbedaan yang ditemukan dari kedua cerita rakyat ini adalah tokoh orang tua yaitu Ibu Tarub yang terdapat pada cerita rakyat Jaka Tarub, sedangkan pada cerita rakyat Ama No Hagoromo, Ikatomi tidak dijelaskan latarbelakang keluarganya. Pada cerita rakyat Jaka Tarub, Jaka Tarub dan Nawang Wulan memiliki seorang anak perempuan yang cantik bernama Nawangsih, sedangkan pada cerita rakyat Ama No Hagoromo, Ikatomi dan Sang Putri tidak memiliki anak.

Ketiga, perbedaan pada alur. Pada cerita rakyat Jepang Ama No Hagoromo dan cerita rakyat Indonesia Jaka Tarub tidak memiliki perbedaan alur.

Keempat, perbedaan pada amanat. Pada cerita rakyat Ama No Hagoromo mengandung pesan bahwa jangan memaksa seseorang untuk mencintai kita. Karena segala sesuatu yang dipaksakan itu tidak baik. Sedangkan pada cerita rakyat Jaka Tarub mengandung pesan bahwa janganlah melanggar janji yang telah kita buat. Karena jika kita mengingkari janji maka kita akan membuat seseorang kecewa.

source: Dari berbagai sumber

Shared by NEXS Japanese Language Center

🌟 NEXS Japanese Language Center 🌟
Kursus Bahasa Jepang di Surabaya (Kelas Regular & Private)
Kursus Bahasa Jepang Online
Studi Ke Jepang

Conversation Class Bahasa Jepang di Surabaya
Kelas Persiapan JLPT di Surabaya
Kelas Bahasa Jepang ONLINE
Konsultasi pendidikan ke Jepang di Surabaya
Jasa Penerjemahan Bahasa Jepang di Surabaya
Program Study Tour ke Jepang

Head Office NEXS Japanese Language Center:
Komplek Ruko Transmart Rungkut Blok A-25
Jl. Raya Kalirungkut No. 23 Surabaya 60293
TELEPHONE: (031)8781033
WA : 081335555002
ID LINE: nexs.center
e-mail: [email protected]
website: www.nexs.co.id

 

Permainan tradisional Jepang yang masih populer hingga saat ini

Permainan tradisional Jepang yang masih populer hingga saat ini

Permainan tradisional saat ini sudah mulai tergantikan dengan eksistensi gadget. Namun ada beberapa permainan tradisional yang masih dimainkan khususnya oleh anak-anak. Jepang memiliki banyak mainan tradisional yang telah menghibur anak-anak dari generasi ke generasi. Berikut ini perrmainan tradisional Jepang yang masih populer di era modern saat ini.

1. Tako (Layang-Layang)

Diperkirakan bahwa layang-layang pertama kali diperkenalkan ke Jepang oleh para biksu Buddha yang datang dari Tiongkok pada periode Nara (710-794 M). Ada banyak gaya dan jenis layang-layang yang berbeda, pada kenyataannya, setiap wilayah Jepang memiliki bentuk karakteristiknya sendiri. Dekorasi sering menggambarkan karakter dari cerita rakyat Jepang atau memiliki makna religius atau simbolis.

2. Hanetsuki (Badminton Jepang)

Hanetsuki sama seperti permainan badminton tanpa menggunakan net. Permainan ini menggunakan raket yang disebut hagoita, terbuat dari kayu berbentuk persegi panjang, dan kok yang berwarna-warni. Sering dimainkan oleh para anak perempuan di tahun baru. Ada 2 cara bermain Hanetsuki. Pertama, bersaing memukul kok tinggi-tinggi selama mungkin. Kedua, saling memukul kok antara pemain satu dengan lainnya (seperti badminton). Pemain yang gagal memukul akan menerima hukuman, yaitu wajahnya akan dicoret dengan menggunakan tinta.

3. Daruma Otoshi

 

.

Permainan ini menggunakan boneka Daruma yang terdiri dari 5 bagian, biasanya tiap bagian sewarna dengan warna pelangi (biru, merah, kuning, dan hijau). Dimainkan dengan menggunakan palu kecil yang akan memukul tiap bagian, mulai dari bawah ke atas. Selama permainan, selain bagian yang dipukul, bagian lainnya tidak boleh jatuh

4. Menko

Menko adalah permainan kartu Jepang yang dimainkan oleh dua orang atau lebih, Menko merupakan nama jenis kartu yang digunakan untuk memainkan game ini, Setiap pemain menggunakan kartu Menko yang terbuat dari kertas tebal atau karton, dicetak pada satu atau kedua sisi dengan gambar dari anime, manga, dan karya lainnya. Cara bermainnya adalah setiap pemain harus membalikkan kartu lawan dengan cara menyerang atau melempar satu kartu ke kartu lainnya. Jika berhasil, kartu yang terbalik boleh diambil. Pemenangnya adalah pemain yang memiliki kartu paling banyak di akhir permainan.

5. Kendama

Permainan ini pada dasarnya dimainkan dengan melemparkan bola dan berusaha menangkapnya di salah satu cangkir atau menombaknya dengan ujung tongkat. Walaupun mungkin terdengar sederhana, tapi permainan ini cukup sulit, ada banyak teknik khusus untuk melakukannya.

Source : Dari berbagai sumber

Shared by NEXS Japanese Language Center

🌟 NEXS Japanese Language Center 🌟
Kursus Bahasa Jepang di Surabaya (Kelas Regular & Private)
Kursus Bahasa Jepang Online
Studi Ke Jepang

Conversation Class Bahasa Jepang di Surabaya
Kelas Persiapan JLPT di Surabaya
Kelas Bahasa Jepang ONLINE
Konsultasi pendidikan ke Jepang di Surabaya
Jasa Penerjemahan Bahasa Jepang di Surabaya
Program Study Tour ke Jepang

Head Office NEXS Japanese Language Center
Komplek Ruko Transmart Rungkut Blok A-25
Jl. Raya Kalirungkut No. 23 Surabaya 60293
TELEPHONE: (031)8781033
WA : 081335555002
ID LINE: nexs.center
e-mail: [email protected]
website: www.nexs.co.id

Alasan Orang Jepang Menyukai Payung Transparan

Alasan Orang Jepang Menyukai Payung Transparan

Mitsuo Sudou, adalah seorang pengusaha pemilik toko grosir payung “Dakeda Chou-Gorou Shouten” yang didirikan sejak tahun 1721. Namun, setelah empat tahun berakhirnya Perang Dunia II target pemasaran dikuasai oleh produsen yang lebih besar dan Mitsuo Sudou berusaha untuk berjuang memulai kembali bisnisnya. Dengan bekal keterampilannya, Ia mulai mencari desain baru dan memproduksi payung yang lebih asli dan unik. Taplak meja yang dibawa tentara Amerika yang masuk ke Jepang pada saat itu, Ia jadikan sebagai bahan pembuatan payung.

Sebagian besar payung pada waktu itu terbuat dari katun, seringkali warnanya luntur ketika hujan turun dan meninggalkan noda pada kimono. Melihat kekurangan ini, Mitsuo Sudou mulai memikirkan kembali dan Ia menemukan ide bahwa , “Bagaimana jika saya menutupi payung dengan lembaran plastik tahan air?” Masalahnya adalah bagaimana cara menempelkan plastik. Jika ia menjahitnya, air akan merembes melalui lubang-lubangnya. Lalu Ia mendengar bahwa plastik dapat menempel dengan panas berfrekuensi tinggi dan ia pun memesan mesin khusus ke sebuah pabrik. Alhasil  pada tahun 1953, Ide yang Ia fikirkan dan payung penutup plastik yang Ia ciptakan bisa diterima dipasaran dan sukses besar.

Namun beberapa tahun tahun kemudian, nilon pun mulai muncul  dan tidak ada masalah mengenai warna yang luntur seperti sebelumnya. Orang-orang pun mulai berhenti membeli payung produksi Mitsuo. Namun Ia tidak menyerah, malah ia ingin membuat payung yang berbahan dari plastik. Payung plastik pertama yang muncul pada tahun 1958 bukanlah payung transparan, melainkan berwarna putih susu.

Toko grosir yang menjual payung-payung berbahan kain biasa menganggap payung plastik sebagai saingan dan tak mau menjualnya di toko mereka. Penjualan tidak meningkat seperti yang diinginkan. Kemudian, Mitsuo membawa payung produksinya ke berbagai toko pakaian di Ginza. Sang penyelamat pun datang tanpa diduga. Seorang pembeli dari Amerika yang mengunjungi Jepang untuk Tokyo Olympic Games menawarkan Mitsuo untuk menjual payung-payungnya di New York. Pada musim dingin di New York hujan pun turun dengan deras dan orang-orang menyukai payung berbentuk sangkar burung yang dapat melindungi hingga bahu. Selain itu, mereka juga dapat melihat jalanan dengan bahan yang transparan.

Dari sinilah, payung plastik buatan Mitsuo mulai dilirik kembali oleh warga Jepang. Payung plastik transparan menjadi tren di Jepang, bahkan orang Jepang menganggap payung ini sebagai payung favorit dan menjadikannya sebagai identitas mereka.

Source : japanesestation

Shared by NEXS Japanese Language Center

Konsultan Pendidikan Profesional dan Terpercaya di Indonesia, NEXS Japanese Language Center

Dapatkan FREE TRIAL JAPANESE CLASS berdurasi 60 menit dengan materi pembelajaran pengenalan Bahasa Jepang, pengenalan Huruf Kana serta simulasi JLPT

NEXS Japanese Language Center, Pilihan tepat Belajar Bahasa Jepang di Surabaya!

🌟 NEXS Japanese Language Center 🌟
Kursus Bahasa Jepang di Surabaya (Kelas Regular & Private)
Conversation Class Bahasa Jepang di Surabaya
Kursus Bahasa Jepang Online
Studi Ke Jepang

Kelas Persiapan JLPT di Surabaya
Kelas Bahasa Jepang ONLINE
Konsultasi pendidikan ke Jepang di Surabaya
Jasa Penerjemahan Bahasa Jepang di Surabaya
Program Study Tour ke Jepang

Head Office NEXS Japanese Language Center:
Komplek Ruko Transmart Rungkut Blok A-25
Jl. Raya Kalirungkut No. 23 Surabaya 60293
TELEPHONE: (031)8781033
WA : 081335555002
ID LINE: nexs.center
e-mail: [email protected]