WeCreativez WhatsApp Support
こんにちは!NEXS memiliki program kelas Privat, Reguler (Basic-Intermediate-Advance), JLPT, Conversation, Study In Japan, Translate dan Penerjemah.
Ingin tahu info lebih lanjut?
6 Alasan Warga Jepang Rela Jalan di Trotoar

6 Alasan Warga Jepang Rela Jalan di Trotoar

Ribuan pejalan kaki menyisir jalanan di tengah perkotaan dengan tergesa – gesa. Semuanya terlihat begitu sibuk dengan tujuan masing – masing. Mereka tampak membukan obrolan dengan teman, ada pula yang membaca koran ketika lampu merah menyala. Menyebar seperti semut hitam kala rambu lalu lintas menyala hijau.

Potongan adegan di tengah perkotaan jepang ini mungkin pernah kamu lihat di film – film dengan kondisi kota besar jepang.

Masayarakat jepang mempunyai beberapa alasan kenapa masyarakatnya rela jalan di trotoar, berbeda dengan kondisi masyarakat indonesia yang lebih suka mengendarai kendaraan pribadi kemanapun, berikut alasan warga jepang rela jalan di trotoar.

–  Tidak banyak alternatif transportasi umum

Taksi hanya berguna bagi karyawan berdompet tebal karena tarif yang mahal. Di tambah mobil dan bahan bakar di jual dengan harga yang begitu mahal.
Dalam kondisi tersebut, banyak warga memilih berjalan kaki untuk menjalani aktivitas hariannya dan mengandalkan bus dan kereta sebagai transportasi umum. Para pedestrian itu juga harus membagi lajur trotoar dengan mereka yang memilih mengendarai sepeda untuk mencapai lokasi tujuan.
Salah satu alasan kuat masyarakat jepang memilih berjalan ketimbang berkendara disebabkan mahal nya biaya membuat surat izin berkendara.

– Tingkat Keamanan Yang Baik

Pengguna trotoar di jepang tidak kenal waktu dan kondisi. Warga negeri sakura berjalan kaki di jalur pedestrian pada pagi, siang dan malam hari serta dalam kondisi lampu jalan yang terang maupun temaram. Itu terjadi karena jepang merupakan salah satu negara paling aman di dunia.
Kehidupan warga disana sebagian besar bebas dari aneka jenis kejahatan, baik berat maupun ringan, oleh karenanya, pejalan kaki tidak terlalu khawatir terhadap aksi begal atau copet.

– Tingkat Polusi Udara Yang Rendah

Jepang merupakan salah satu negara dengan tingkat polusi udara yang rendah. Pencapaian itu adalah buah penerapan paket regulasi diet polusi udara yang diterbirkan pada tahun 1970. Saat itu sebanyak 14 undang – undang anti polusi udara di sahkan sekaligus.
Berkat langkah itu, warga jepang kini dapat menikmati udara segar di area terbuka, termasuk dijalur pedestrian.

– Tidak Banyak Gangguan Di Trotoar

Pengguna trotoar ini memang benar – benar diperuntukkan bagi pejalan kaki dan pesepeda. Tidak ada unsur lain yang merebut jalur pedestrian dari dua kelompok itu.
Memang dalam perhelatan acara tertentu, misalnya, saat musim festival kembang api di musim panas, sejumlah stan dan penjaja makanan berbaris ditepi trotoar. Namun kehadirannya tidak mungkin berada di jalur trotoar yang sempit dan tidak sampai memakan separuh jalan.

– Lalu Lintas Kendaraan Bermotor Yang Tertib

Trotoar yang sesak oleh pejalan kaki di jalanan kota – kota di jepang tidak dapat dipisahkan dari laku tertib pengguna kendaraan bermotor. Para pengendara itu benar – benar mematuhi rambu dan lampu lalu lintas.
Hampir tidak ada pejalan kaki yang merasa terancam kendaraan bermotor saat menyebrang jalan. apalagi jumlah kendaraan bermotor yang lalu lalang tidak pernah menimbulkan kemancetan yang mengganggu pejalan kaki.

– Kesadaran Akan Berjalan Kaki Yang Dapat Menjaga Kesehatan

Warga jepang menyakini, dengan sering berjalan kaki, maka kesehatan mereka akan senantiasa terjaga. kenyakinan ini dimiliki oleh hampir semua penduduk dari berbagai kalangan usia.
anak mudanya berjalan kaki dengan harapan dapat membakar kalori untuk menurunkan berat bada. sementara orang tua berharap akan perlambatan penuaan dari aktivitas fisik ringan yang dijalani seperti berjalan kaki.

Ternyata perbaikan infrastruktur bukan satu – satunya alasan bagi kita untuk rela berjalan kaki di trotoar. Mungkin dari kita akan berkata kapan Indonesia diet polusi paling tidak kita mulai turun kejalan dengan berjalan kaki atau bersepeda membakar kalori bukannya bermotoran membakar bahan bakar.

 

 

Konsultan Pendidikan Profesional dan Terpercaya di Indonesia, NEXS Japanese Language Center

Dapatkan FREE TRIAL JAPANESE CLASS berdurasi 60 menit dengan materi pembelajaran pengenalan Bahasa Jepang, pengenalan Huruf Kana serta simulasi JLPT

NEXS Japanese Language Center, Pilihan tepat Belajar Bahasa Jepang di Surabaya!

🌟 NEXS Japanese Language Center 🌟
Kursus Bahasa Jepang di Surabaya (Kelas Regular & Private)
Conversation Class Bahasa Jepang di Surabaya
Kursus Bahasa Jepang Online
Study in Japan

Kelas Persiapan JLPT di Surabaya
Kelas Bahasa Jepang ONLINE
Konsultasi pendidikan ke Jepang di Surabaya
Jasa Penerjemahan Bahasa Jepang di Surabaya
Program Study Tour ke Jepang

Head Office NEXS Japanese Language Center:
Komplek Ruko Transmart Rungkut Blok A-25
Jl. Raya Kalirungkut No. 23 Surabaya 60293
TELEPHONE: (031)8781033
WA : 081335555002
ID LINE: nexs.center
e-mail: [email protected]
website: www.nexs.co.id

5 Habit Warga Jepang

5 Habit Warga Jepang

Belajar bertanggung jawab harus dimulai dari kebiasaan kecil. Jika perkataan bijak itu kita arahkan ke perilaku sebagian besar warga jepang. Tentu saja itu hal yang biasa bagi mereka, mengingat pendidikan karakter sudah ditanamkan sejak dini. Salah satu karakter unggul yang sudah tertanan itu adalah rasa tanggung jawab.

Berikut bentuk tanggung jawab yang di lakukan warga jepang dalam kesehariannya.

  • Membawa Pulang Sampah Kemasan Makanan Atau Minuman

Jika anda pernah ke negeri sakura, pasti anda pernah mengalami nya, yaitu susah nya menemukan tempat sampah. Kalaupun ada cuman untuk botol gelas dan plastik serta kermasan minuman berbahan kaleng. Sehingga, kalau orang jepang membeli makanan berkemasan, kebanyakan mereka akan membawa pulang sampah kemasan itu. Kemudian sampah tersebut di buang ke tempat yang sudah dipilah berdasarkan jenisnya.

  • Membersihkan Kotoran Yang Berserakan Di Jalan Dan Sekitar Rumah

Salah satu kebiasaan kita yang sudah mulai hilang sebenarnya, jika kita flashback ke masa 20 tahun sebelum nya, masa kecil kita pasti lihat tetangga – tetangga kita tuh, bersih – bersih gak cuman di halaman rumah nya tapi juga samping kanan kiri. Sama hal yang di lakukan orang jepang, tanpa perlu tau itu sampah atau kotoran berasal dari mana, merekan akan bersihkan dari jalanan secepat mungkin tanpa sepengetahuan warga sekitar agar tidak ada yang merasa terganggu aktivitasnya.

  • Merapikan Kembali Barang Ke Tempat Semula

Dalam sebuah ruangan pertemuan, kita akan melihat barisan kursi dan meja yang sudah tertata rapi. Kebanyakan, tata letak itu merupakan hasil penyesuaian dari panitia penyelenggara. Tidak banyak orang tau, selepas acara, panitia akan merapihkan kembali barisan kursi dan meja ke tata letak dasar seperti mereka lihat sebelum ruanganan di gunakan. Malah jika di dalam nya ada kursi dan meja lipat, panitia harus melipat semua kursi dan meja tersebut dan meletakkannya ke tempat semula.

  • Melakukan Pekerjaan Hingga Tuntas

Bekerja sampai tuntas memang kewajiban semua orang. Tetapi dijepang itu bukan sekedar kata – kata. Mereka menuntaskan semua pekerjaan yang harus di selesaikan hari itu atau pada periode tertentu.

Konsultan Pendidikan Profesional dan Terpercaya di Indonesia, NEXS Japanese Language Center

Dapatkan FREE TRIAL JAPANESE CLASS berdurasi 60 menit dengan materi pembelajaran pengenalan Bahasa Jepang, pengenalan Huruf Kana serta simulasi JLPT

NEXS Japanese Language Center, Pilihan tepat Belajar Bahasa Jepang di Surabaya!

🌟 NEXS Japanese Language Center 🌟
Kursus Bahasa Jepang di Surabaya (Kelas Regular & Private)
Conversation Class Bahasa Jepang di Surabaya
Kursus Bahasa Jepang Online
Study in Japan

Kelas Persiapan JLPT di Surabaya
Kelas Bahasa Jepang ONLINE
Konsultasi pendidikan ke Jepang di Surabaya
Jasa Penerjemahan Bahasa Jepang di Surabaya
Program Study Tour ke Jepang

Head Office NEXS Japanese Language Center:
Komplek Ruko Transmart Rungkut Blok A-25
Jl. Raya Kalirungkut No. 23 Surabaya 60293
TELEPHONE: (031)8781033
WA : 081335555002
ID LINE: nexs.center
e-mail: [email protected]
website: www.nexs.co.id

Yafuhime-Yukata Rental Surabaya

Yafuhime-Yukata Rental Surabaya

ORIENZ ROSE YUKATA LOCAL WITH ACCESORIES

Berikut pilihan yukata orienz rose (lokal) dengan pilihan aksesorisnya
CP admin ANNISA 085733148249
*jumlah geta dan kipas terbatas, silakan hub admin untuk cek stock sewa*

Konsultan Pendidikan Profesional dan Terpercaya di Indonesia, NEXS Japanese Language Center

Dapatkan FREE TRIAL JAPANESE CLASS berdurasi 60 menit dengan materi pembelajaran pengenalan Bahasa Jepang, pengenalan Huruf Kana serta simulasi JLPT

NEXS Japanese Language Center, Pilihan tepat Belajar Bahasa Jepang di Surabaya!

🌟 NEXS Japanese Language Center 🌟
Kursus Bahasa Jepang di Surabaya (Kelas Regular & Private)
Conversation Class Bahasa Jepang di Surabaya
Kursus Bahasa Jepang Online
Studi Ke Jepang

Kelas Persiapan JLPT di Surabaya
Kelas Bahasa Jepang ONLINE
Konsultasi pendidikan ke Jepang di Surabaya
Jasa Penerjemahan Bahasa Jepang di Surabaya
Program Study Tour ke Jepang

Head Office NEXS Japanese Language Center:
Komplek Ruko Transmart Rungkut Blok A-25
Jl. Raya Kalirungkut No. 23 Surabaya 60293
TELEPHONE: (031)8781033
WA : 081335555002
ID LINE: nexs.center
e-mail: [email protected]
website: www.nexs.co.id

Senjata Tradisional Jepang

Senjata Tradisional Jepang

Senjata adalah suatu alat yang digunakan untuk melukai, membunuh, atau menghancurkan suatu benda. Senjata dapat juga digunakan untuk menyerang maupun untuk mempertahankan diri, dan juga untuk mengancam dan melindungi. Di setiap negara pastinya mempunyai senjata tradisional seperti halnya dengan Negara Jepang. Senjata jepang yang sangat popular yaitu samurai, namun sebenernya masih banyak senjata tradisional jepang yang lain diantaranya.

katana

Katana adalah pedang panjang dari Jepang walaupun di Jepang sendiri ini merujuk pada semua jenis pedang. Katana merujuk kepada pedang satu mata, melengkung yang khusus yang secara tradisi digunakan oleh samurai jepang. Katana biasanya dipasangkan dengan wakizashi atau shoto, bentuknya mirip tapi dibuat lebih pendek, keduanya dipakai oleh anggota kelas satria.

Kusarigama

 

Kama ( かま , 鎌)adalah senjata tradisional yang berasal dari okinawa, Kama pada awalnya digunakan untuk pertanian. Senjata Kama biasa digunakan sepasang, senjata ini merupakan salah 1 senjata utama ninja, tetapi pada ujungnya dipasang gada/rantai, disebut kusari-gama.

Kunai

Kunai adalah senjata lempar tradisional jepang, muncul pada era kaisar tensho. Kunai pada umumnnya dibuat dari besi, bukan baja/metal lain, dibuat dengan murah dan tidak di-polish. Kunai biasanya berukuran 20-60cm, dan rata-rata 40 cm. Kunai pada dulunya adalah alat untuk berkebun dan alat bagi para pekerja batu. Kunai dipercaya sebenarnya bukan senjata yang didesain untuk dilempar, tetapi dapat dilempar dan menghasilkan daya hancur yang lumayan.

Naginata

Naginata (なぎなた , 薙刀) adalah senjata kelas tombak yang secara tradisional digunakan di jepang oleh para anggota samurai. Sebuah naginata terdiri dari pegangan tongkat kayu dan golok melengkung pada ujungnya, senjata ini sama dengan yang dipegang oleh Guan Yu dalam sejarah China. Ilmu bela diri yang menggunakan naginata adalah naginata-jutsu

Sai

Sai (釵)adalah senjata tradisional yang berasal dari okinawa, juga digunakan di india, china, indonesia dan malaysia. Sai adalah senjata yang berbentuk seperti trisula. Sai pada awalnya adalah alat pertanian.

Shuriken

Shuriken adalah senjata tradisional jepang yang pada umumnya digunakan untuk dilempar ke lawan, dan kadang digunakan untuk menusuk dan memotong arteri lawan. Shuriken dibuat dari jarum, pisau, dan bahan logam lain. Shuriken adalah senjata yang paling sering digunakan setelah katana dan naginata. Ilmu beladiri yang menggunakan shuriken disebut shuriken-jutsu, shuriken-jutsu pada dulunya diajarkan di perguruan ninja. Shuriken dikenal dengan sebutan “bintang ninja”

Wakizashi

Wakizashi (脇差)adalah pedang jepang tradisional dengan panjang mata bilah antara 30 dan 60 sentimeter (antara 12 hingga 24 inci), serupa tetapi lebih pendek bila dibandingkan dengan katana yang sering dikenakan bersama-sama.  Wakizashi digunakan sebagai senjata samurai apabila tidak ada katana. Apabila memasuki bangunan suci atau bangunan istana, samurai akan meninggalkan katananya pada para pengawal pada pintu masuk. Namun, wakizashi selalu tetap dibawa pada setiap waktu, dan dengan itu, ia menjadi senjata bagi samurai, serupa seperti penggunaan pistol bagi tentara.

Source: All about Japan

 

Konsultan Pendidikan Profesional dan Terpercaya di Indonesia, NEXS Japanese Language Center

Dapatkan FREE TRIAL JAPANESE CLASS berdurasi 60 menit dengan materi pembelajaran pengenalan Bahasa Jepang, pengenalan Huruf Kana serta simulasi JLPT

NEXS Japanese Language Center, Pilihan tepat Belajar Bahasa Jepang di Surabaya!

🌟 NEXS Japanese Language Center 🌟
Kursus Bahasa Jepang di Surabaya (Kelas Regular & Private)
Conversation Class Bahasa Jepang di Surabaya
Kursus Bahasa Jepang Online
Studi Ke Jepang

Kelas Persiapan JLPT di Surabaya
Kelas Bahasa Jepang ONLINE
Konsultasi pendidikan ke Jepang di Surabaya
Jasa Penerjemahan Bahasa Jepang di Surabaya
Program Study Tour ke Jepang

Head Office NEXS Japanese Language Center:
Komplek Ruko Transmart Rungkut Blok A-25
Jl. Raya Kalirungkut No. 23 Surabaya 60293
TELEPHONE: (031)8781033
WA : 081335555002
ID LINE: nexs.center
e-mail: [email protected]
website: www.nexs.co.id

Serba Serbi Sistem Pembuangan Sampah di Jepang

Serba Serbi Sistem Pembuangan Sampah di Jepang

“Bagaimana sih sistem pembuangan dan penanggulangan sampah di Jepang?”. Sampah, mungkin bagi kita hal ini adalahhal yang sepele. Namun pada kenyataannya, sampah telah menjadi salah satu penyebab timbulnya masalah yang serius dalam pelestarian lingkungan hidup di Indonesia.

Mungkin dari informasi berikut ini, akan banyak hal bermanfaat yang bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari.

Langkah Pertama:Harus dilakukan pemilihan menurut jenisnya

Pada tahun 1991 Jepang memberlakukan Undang-Undang Daur Ulang dengan tujuan mengurangi volume sampah dan meningkatkan tindakan daur-ulang. Berdasarkan undang-undang ini, perusahaan produsen barang harus berusaha merancang produknya sedemikian rupa sehingga kelak mudah didaur-ulang antara lain dengan memberi tanda pada kaleng (can) apakah dibuat dari baja atau aluminium.

Undang-undang mengenai daur ulang wadah atau pembungkus yang mulai berlaku pada tahun 1997 mengatur cara pembuangan wadah atau pembungkus kemasan. Konsumen diwajibkan memisah-misahkan sampah botol PET (Polyethylene Terephthalate), botol kaca dan kaleng (baja dan aluminium). Perusahaan-perusahaan diwajibkan mengumpulkan kembali dan memakai kembali (daur-ulang) wadah dari produknya, yaitu botol PET, botol kaca dsb. Kemudian pada bulan April 2000 keluar lagi undang-undang lainnya yang mengatur pembungkus dari kertas dan jenis-jenis plastik selain botol PET.

Plastik dan vinyl yang dipakai sebagai bahan pengemas yang sekali-pakai-bang karena murah, telah menjadi penyebab utama timbulnya gas dioxin dan bertambahnya sampah. Oleh karena itu diupayakan agar pemakaiannya dibatasi dandidaur ulang semaksimal mungkin.

Pemakaian kertas daur ulang di Jepang telah mencapai angka 50%, dan ini salah satu angka tertinggi yang tercapai di dunia. Dilakukan usaha pengumpulan koran-koran bekas dan kertas-kertas bekas dari kantor-kantor dan rumah-rumah untuk diolah kembali dan didaur ulang pemakaiannya. Tidak semua kertas tersebut kembali ke fungsinya semula karena sebagian mungkin berubah sebagai kertas bungkus, kertas tissue, dsb. Hal tersebut tergantung pada jenis bahan, tinta, mutu tinta, mutu kertas dsb. Kendala yang dihadapi soal biaya pengolahan cukup besar dalam membersihkan kembali kertas bekas dari tinta cetak dsb. Agar dapat dijadikan berbagai produk kertas (pembungkus, tissue, dll) yang layak pakai. Sementara itu, di kantor-kantor, baik pemerintah maupun swasta, ada usaha keras untuk sebanyak mungkin menggunakan kembali kertas fotokopian.

Setiap rumah tangga di Jepang tidak bisa begitu saja memasukkan semua sampah ke dalam satu kantong saja karena sampah harus dipilih-pilih dan dimasukkan ke dalam kantong sampah secara terpisah. Bahka ada pemda yang mengharuskan sampah dimasukkan ke dalam kantong-kantong yang transparan. Ada beberapa jenis sampah untuk pemilahan tersebut. Hal ini bergantung dari kebijakan pemda setempat, tapi pada dasarnya sampah dibagi dalam jenis sampah yang dapat dibakar, yang tidak dapat dibakar, dan berbagai jenis lainnya seperti botol, kaleng, dan sampah berukuran besar. DiPrefektur Shiga yang terkenal dengan danau yang berair jernih, diberlakukan sistem pemilahan sampah dalam 5 jenis, yaitu sampah kertas, organik, plastik, logam, dan botol kaca.

Pada umumnya yang dimasukkan dengan sampah besar adalah barang bekas yang tidak dapat dimasukkan ke dalam kantong sampah karena ukurannya yang besar. Namun ada pula jenis-jenis barang tertentu yang walau ukurannya tidak begitu besar, tetap termasuk sebagai sampah besar khusus. Dengan demikian, sampah berukuran besar tidak bisa diletakkan atau ditinggalkan di tempat pembuangan sampah, karena sebelumnya perlu dibuat perjanjian pengambilannya oleh sebuah badan khusus yang ditunjuk pemda setempat, dan untuk itu ada biaya tersendiri.

Apa saja yang termasuk sampah besar? Lemari, meja, dsb. Sedangkansampah besar khususadalah AC, pesawat televisi, lemari es, freezer, mesin cuci, kompor dan sejenisnya. Bila barang elektronik besar/ mesin yang dibuang telah diganti dengan barang sejenis dari merk yang sama, maka pemilik barang dapat menghubungi toko atau agen penjual untuk membicarakan pembuangan barang lama tersebut. Mungkin agen yang bersangkuta akan mengambil barang lama itu untuk dikirim ke pusat daur-ulang perusahaan pembuatnya. Untuk komputer dan monitor, ada aturan tersendiri, tergantung daerahnya, tapi pada umumnya pemilik komputer yang ingin membuang komputernya harus menghubungi agen perusahaan pembuatnya agar barang dapat diambil atau pemilik dapat mengantarkan barang bekas tersebut ke tempat yang ditunjuk kelak didaur-ulang berbagai komponennya. Barang demikian tidak bisa dibuang di lokasi pembuangan sampah. Pelanggaran yang terjadi dalam pelaksanaan pembuangan sampah, seperti meninggalkan sampah besar begitu saja, akan dikenai sanksi yang cukup keras.

Dua contoh: Shinjuku (Tokyo) dan Yokohama

Sebagai contoh, betapa sekedar membuang sampah saja kini sudah menjadi tugas yang rumit, mari kita tengok contoh sistem pembuangan sampah di dua tempat, yaitu Shinjuku (distrik perkantoran, perbelanjaan dan tempat tinggal di pusat Tokyo), dan di kota Yokohama.

Kita coba tengok lihat sistem yang dijalankan di distrik Shinjuku, di bagian pusat ibukota Tokyo. Shinjuku merupakan daerah perkantoran dan pertokoan yang ramai, dan juga perumahan. Pengambilan sampah yang berasal dari rumah tangga biasa adalah gratis (untuk sampah barang yang bisa terbakar dan tidak terbakar, dan sampah barang-barang yang dapat didaur ulang). Untuk sampah dari toko dan bisnis dikenakan biaya.

Pada dasarnya, pemda menghendaki agar toko dan bisnis mengurus sendiri pembuangan dan pengambilan sampah mereka (melalui perusahaan pengambil sampah dan perusahaan pemungut barang-barang yang dapat didaur-ulang). Namun pemda bersedia menangani sampah dari toko atau bisnis asal saja kurang dari 50kg per hari, dan untuk itu mereka harus menempelkan stiker khusus (stiker bayar). Seperti dapat dilihat pada contoh gambar sticker khusus untuk sampah dengan berat lebih dari 50kg, pihak yang akan membuang sampah harus membayar sejumlah uang 600 Yen atau Rp60.000,-.

Untuk barang-barang yang dapat didaur ulang, disarankan agar warga kota berpegang pada prinsip “3R”, yaitu“Reduce” (mengurangi, jangan membeli barang-barang yang tidak perlu), “Reuse” (pakai kembali, usahakan memanfaatkan semaksimal mungkin dengan memakai berulang-ulang. Misalnya, jangan buang botol, pakailah berkali-kali), “Recycle”(mendaur-ulang. Pilah dan kembalikan untuk didaur-ulang).

Sampah (menurut jenisnya) harus dibuang di tempat yang sudah ditentukan, pada jam 8 pagi, pada hari yang sudah ditentukan. Untuk kawasan Shinjuku, Tokyo, sampah dibagi atas kategori: sampah yang mudah terbakar(sampah dapur, kertas-kertas kecil, potongan kayu kecil, popok, puntung rokok, dll.), sampah yang tidak mudah terbakar (barang-barang logam, karet, kulit, kantong plastik, tabung gas kecil untuk kompor gas kecil yang diletakkan di atas meja,dll), dan sampah besar (tidak termasuk AC, TV, lemari es, freeser, mesin cuci dan komputer). Untuk sampah besar, harus dilakukan perjanjian terlebih dulu, sedangkan untuk sampah berupa alat-alat elektronik besar ada prosedur tersendiri yang terkait dengan perusahaan pembuat alat yang bersangkutan atau agen terdekat.

Lalu bagaimana dengan sampah yang dapat didaur ulang?Pembuangan diatur dengan membaginya menjadi

6 kategori, dengan tempat pembuangan atau penampungan yang berbeda: 

  1. Koran bekas, majalah bekas dan sejenisnya (termasuk brosur, kertas pembungkus, amplop, buku notes, kotak permen, kotak susu, cardboard). Koran, majals, dsb. Harus diikat dengan rapi secara terpisah menurut jenisnya. Tidak termasuk oto, kertas berlapis plastik, tissue, dsb.
  1. Botol dan kaleng  (untuk makanan dan minuman). Harus dibersihkan dahulu. Buang botol di container kuning dan kaleng di container biru. Jangan bungkus di dalam plastik. Botol-botol kecil tidak termasuk dalam kategori ini, tapi termasuk sampah barang-barang yang tidak mudah terbakar. 
  2. Botol plastik PET (botol plastik jernih untuk minuman, sake, mirin, dan kecap). Lepaskan tutup dan labelnya, bilas sekedarnya, kemudian pipihan. Buang botol di kotak-kotak khusus yang disediakan di pasar swalayan dan convenience store.
  3.  Baterai bekas. Ada tempat-tempat pengumpulan untuk baterai sel kering, dan baterai pipih, baterai nickel-cadmium atau nickel-hydrogen (rechargeable).
  4. Kotak karton susu. Keluarkan habis isinya, bilas sekedarnya, potong buka kotak, biarkan kering, lalu ikat kotak-kotak yang sudah dipipihkan dengan tali. Ada tempat-tempat khusus yang menyediakan penampungannya, misalnya pasar swalayan, fasilitas pemda,dll.
  5.  Wadah styrofoam bekas. Biasanya ditampung di kotak pengumpulan yang disediakan di pasar swalayan, toko koperasi, dsb.

Barang-barang tersebut baru boleh dibuang setelah dibersihkan sekedarnya.

Di kota Yokohama, kota pelabuhan yang terletak dekat Tokyo, mulai tanggal 29 April 2005 telah diberlakukan system pembuangan sampah yang membagi sampah menjadi 10 kategori, yaitu:

  1. Sampah rumah tangga (sampah yang mudah dibakar)
  2. Spray cans (kaleng cairan semprot, sepeti hairspray, cairan pembunuh serangga,dll) harus dipipikan.
  3. Sampah yang tidak mudah terbakar (gelas dan sejenisnya, keramik, tabung lampu neon dan bola lampu).
  4. Baterai bekas.
  5. Wadah dan pembungkus dari plastik.
  6. Kaleng, botol dan botol plastik PET.
  7. Barang-barang logam kecil (kurang dari 13cm) (panci, ketel kecil, kerangka payung, pisau, gunting, gantungan baju,dll.)
  8. Kertas bekas (koran bekas, kertas cetakan, kotak karton besar dan kecil)
  9. Kain bekas (baju bekas, selimut, dsb harus kering dan tidak kotor, tidak termasuk karpet dan kasur)
  10. Barang-barang bekas yang besar ukurannya (yaitu barang-barang logam berukudan lebih dari 30cm; barang-barang plastik, kayu yang lebih dari 50cm). (TV. Lemari es, pesawat AC, msin cuci dan sejenis tidak termasuk dalam kategori ini karena pembuangan harus melalui prosedur tersendiri, baik yang ditangani oleh agen perusahaan pembuatnya, maupun oleh badan khusus yang ditunjuk pemda, dengan pembayaran)

Pengambilan berbagai jenis sampah di lokasi pengumpulan yang sudah ditentukan dilakukan secara bergiliran, misalnya sampah rumah tangga diambil 3kali seminggu, sampah wadah dan pembungkus dari plastik diambil sekali seminggu, dst. Setiap rumah tangga harus meletakkan kantong-kantong sampahnya atau sampah tanpa kantong misalnya koran bekas ikatan ke dalam berbagai konteiner yang disediakan di tempat pembuangan sampah. Dan barang bekas tertentu, seperti baterai harus dikumpulkan atau dibuan di lokasi yang sudah ditentukan.

Serba-serbi lainnya:

  1. Biaya membuang barang elektronik bekas ternyata cukup besar juga. Sebagai contoh, bila warga di Shinjuku membuang sebuah pesawat televisi bekas, yang bersangkutan harus membayar:biaya daur-ulang sebesar 2.835 Yen ditambah dengan biaya pengambilan sebagai barang bekas sebesar 2.500 Yen. Seluruh biaya menjadi 5.335 Yen atau Rp453.475,-.

Untuk mendukung realisasi daur-ulang, di lokasi tertentu diselenggarakan kegiatan mereparasi barang-barang mebel yang masih bisa dipakai. Barang yang telah dibuat bagus kembali kemudian dijual dengan sistem kupon undian.

  1. Perkumpulan ibu-ibu di tempat-tempat tertentu kerap mengorganisir gerakan pengumpulan koran, majalah, kotak karton cardboard dan botol bekas, untuk diteruskan ke pusat-pusat daur-ulang masing-masing jenis barang tersebut.
  2. Berbagai himpunan warga setempat di daerah-daerah tertentu sewaktu-waktu mengadakan gerakan pembersihan lokasi-lokasi wisata, misalnya di pegunungan atau di tepi pantai dengan beramai-ramai memungut kaleng-kaleng bekas, botol-botol bir dan sebagainya. Para aktivis membawa kantong plastik besar untuk tujuan ini.
  3. Di sekolah-sekolah  juga sering dilakukan kegiatan pengenalan usaha pelestarian lingkungan. Para murid sekolah sudah terbiasa membuang sampah di tempat sampah. Pada tahun 1990-an pernah ada gerakan menerbitkan buku kecil yang dinamakan“paspor lingkungan” yang dibagikan kepada anak-anak sekolah. Buku tersebut berisi pengetahuan tentang kebersihan dan lingkungan, terutama masalah sampah, dan hal-hal terkait. Para murid sekolah diajak untuk menjadi warga bumi yang mencintai lingkungan.

Sumber: Aneka Jepang edisi 313 Tahun 2005 (4) 

Konsultan Pendidikan Profesional dan Terpercaya di Indonesia, NEXS Japanese Language Center

Dapatkan FREE TRIAL JAPANESE CLASS berdurasi 60 menit dengan materi pembelajaran pengenalan Bahasa Jepang, pengenalan Huruf Kana serta simulasi JLPT

NEXS Japanese Language Center, Pilihan tepat Belajar Bahasa Jepang di Surabaya!

🌟 NEXS Japanese Language Center 🌟
Kursus Bahasa Jepang di Surabaya (Kelas Regular & Private)
Conversation Class Bahasa Jepang di Surabaya
Kursus Bahasa Jepang Online
Studi Ke Jepang

Kelas Persiapan JLPT di Surabaya
Kelas Bahasa Jepang ONLINE
Konsultasi pendidikan ke Jepang di Surabaya
Jasa Penerjemahan Bahasa Jepang di Surabaya
Program Study Tour ke Jepang

Head Office NEXS Japanese Language Center:
Komplek Ruko Transmart Rungkut Blok A-25
Jl. Raya Kalirungkut No. 23 Surabaya 60293
TELEPHONE: (031)8781033
WA : 081335555002
ID LINE: nexs.center
e-mail: [email protected]

KODO – Dupa Ketenangan

KODO – Dupa Ketenangan

Kodo secara harfiah berarti “jalan wanginya.” Bersama dengan sado (upacara minum teh) dan kado atau ikebana (rangkaian bunga), ini adalah salah satu dari tiga seni klasik utama yang diharapkan dipelajari oleh setiap wanita jepang. Kodo mungkin yang paling tidak dikenal di antara ketiganya, tetapi belakangan ini aromaterapi kerap digunakan oleh masyarakat.

Saat berlatih kodo, piring mika diletakkan di atas bara api dan dupa atau kayu wangi ditempatkan di atas piring. Jadi kayu itu tidak benar-benar terbakar, tetapi mengeluarkan keharumannya dengan cara halus.

Sepertinya ini semua tentang indra penciuman, tetapi rahasia kodo adalah “mendengarkan.” Para peserta tidak “mencium” (kata kerja Jepang ‘kagu’) dupa atau kayu wangi, tetapi lebih “mendengarkan” (kiku) untuk itu, membuka tidak begitu banyak bagian hidung mereka sebagai hati dan roh mereka. Psikolog dan terapis barat modern tahu tentang kekuatan indra penciuman, bagaimana bau dapat dengan segera memindahkan seseorang kembali ke suatu tempat dari masa kanak-kanak mereka. Di Jepang, pembakaran dupa dan pengirisan kayu beraroma langka telah mengangkut orang ke dalam dunia spiritual yang berbeda selama berabad-abad.

Kayu wangi diyakini pertama kali digunakan dalam ritual Budha pada Periode Nara (710-794). Seperti kayu beraroma alami sangat langka dan bisa berabad-abad untuk mendapatkan aroma, dupa buatan datang ke dalam keberadaan. Seperti dupa yang kadang-kadang digunakan di gereja-gereja Kristen, itu dianggap memiliki sifat memurnikan. Bahkan saat ini digunakan untuk memurnikan tablet memorial kayu panjang yang ditawarkan kepada almarhum sebagai bagian dari pemakaman. Tongkat dupa membara (senko) secara teratur ditempatkan di batu nisan atau butsudan, altar kecil yang ditemukan di banyak rumah Jepang. Kodo diresmikan sekitar waktu shogun Ashikaga Yoshimasa (1443-1490), yang meminta cendekiawan Sanjonishi Sanetaka untuk mengklasifikasikan semua dupa yang digunakan pada saat itu. Untuk alasan ini, Sanjonishi dianggap sebagai “ayah” dari kodo.

Harum kayu Wangi dari kodo dibagi menjadi rikkoku gomi (enam negara menyala, lima rasa). Rikkoku adalah enam jenis kayu harum: kyara, rakoku, manaka, manaban, sumatora, dan sasora. Gomi adalah rasa amai (manis), nigai (pahit), karai (pedas pedas), suppai (asam), shio karai (asin). Mampu memecah aroma yang diberikan ke dalam elemen-elemen yang berbeda ini membutuhkan pengalaman bertahun-tahun dan indra penciuman yang sangat halus.

Sejak Periode Muromachi (1336-1573), kodo dikatakan memiliki sepuluh manfaat fisik dan psikologis atau kebajikan:

  1. Tajamkan indra
  2. Memurnikan pikiran dan tubuh
  3. Menghilangkan “pencemar” mental atau spiritual (kegare)
  4. Meningkatkan kewaspadaan
  5. Menyembuhkan perasaan kesepian
  6. Menciptakan perasaan harmonis bahkan di bawah tekanan
  7. Bahkan dalam kelimpahan, tidak luar biasa
  8. Memenuhi, bahkan dalam jumlah kecil
  9. Tidak membusuk bahkan selama berabad-abad
  10. Tidak ada salahnya jika digunakan setiap hari

source : https://www.japan-zone.com/culture/kodo.shtml

Konsultan Pendidikan Profesional dan Terpercaya di Indonesia, NEXS Japanese Language Center

Dapatkan FREE TRIAL JAPANESE CLASS berdurasi 60 menit dengan materi pembelajaran pengenalan Bahasa Jepang, pengenalan Huruf Kana serta simulasi JLPT

NEXS Japanese Language Center, Pilihan tepat Belajar Bahasa Jepang di Surabaya!

🌟 NEXS Japanese Language Center 🌟
Kursus Bahasa Jepang di Surabaya (Kelas Regular & Private)
Conversation Class Bahasa Jepang di Surabaya
Kursus Bahasa Jepang Online
Studi Ke Jepang

Kelas Persiapan JLPT di Surabaya
Kelas Bahasa Jepang ONLINE
Konsultasi pendidikan ke Jepang di Surabaya
Jasa Penerjemahan Bahasa Jepang di Surabaya
Program Study Tour ke Jepang

Head Office NEXS Japanese Language Center:
Komplek Ruko Transmart Rungkut Blok A-25
Jl. Raya Kalirungkut No. 23 Surabaya 60293
TELEPHONE: (031)8781033
WA : 081335555002
ID LINE: nexs.center
e-mail: [email protected]