Di antara yōkai Jepang yang penuh misteri, Nekomata berdiri sebagai sosok yang menonjol dengan keunikan dan kengeriannya. Wujudnya yang menyerupai kucing dengan ekor bercabang melambangkan kekuatan gaib dan legenda kelam yang telah menghantui budaya Jepang selama berabad-abad.
Lebih dari sekadar kucing biasa, Neko-mata adalah makhluk supernatural dengan kemampuan luar biasa yang dimiliki seperti shapeshifting, mengendalikan api, dan bahkan meramal masa depan. Legenda tentang Neko-mata diwarnai dengan kisah-kisah mengerikan tentang mereka yang menerkam manusia, menguras jiwa mereka, dan meninggalkan kengerian di setiap jejaknya.
Apa itu Nekomata yokai?
Neko-mata adalah salah satu jenis yōkai (makhluk supernatural) dalam cerita rakyat Jepang yang berbentuk kucing. Neko-mata memiliki ciri khas berupa ekor yang bercabang menjadi dua dan sering dikaitkan dengan kemampuan gaib serta kecenderungan untuk mendatangkan malapetaka.
Neko-mata umumnya digambarkan sebagai kucing besar dengan ekor bercabang dua dan sering kali memiliki ciri-ciri kucing yang menakutkan atau misterius. Transformasi mereka dari kucing biasa menjadi Neko-mata melibatkan perubahan pada ekor dan mungkin ukuran maupun perilaku tetapi mereka tetap mempertahankan ciri fisik kucing termasuk telinga kucing.
Legenda mengatakan bahwa Neko-mata bisa muncul dari kucing rumah biasa yang hidup hingga usia yang sangat tua atau dari kucing liar. Saat ekornya bercabang, kucing ini mendapatkan kekuatan supernatural. Beberapa kemampuan yang sering dikaitkan dengan mengendalikan orang mati seperti boneka, berubah menjadi manusia, dan menguasai api.
Selain itu, Neko-mata sering digambarkan sebagai makhluk yang pendendam dan bisa menjadi sangat berbahaya jika diperlakukan dengan buruk. Neko-mata yōkai juga dikenal dengan beberapa nama lain dalam cerita rakyat Jepang. Beberapa di antaranya adalah:
- Bakeneko –Meskipun secara teknis berbeda, Bakeneko juga merupakan kucing yōkai yang memiliki kemampuan gaib dan sering kali kedua istilah ini digunakan secara bergantian.
- Kaibyō – Ini adalah istilah umum untuk kucing ajaib atau kucing hantu dalam bahasa Jepang.
- Futamata-neko – Nama ini merujuk langsung pada ekor kucing yang bercabang dua, yang merupakan ciri khas dari Neko-mata.
Meskipun setiap istilah memiliki nuansa dan asal-usul yang sedikit berbeda, mereka semua menggambarkan kucing dengan kekuatan supranatural dalam tradisi yōkai Jepang.
Berapa umur nekomata?
Dalam cerita rakyat Jepang, Neko-mata biasanya kucing yang telah mencapai usia sangat tua. Meskipun tidak ada angka pasti yang ditentukan, kucing tersebut biasanya telah hidup selama bertahun-tahun dan sering kali lebih dari sepuluh atau dua puluh tahun untuk kemudian berubah menjadi Neko-mata dengan ekor bercabang dan kemampuan supernatural.
Beberapa cerita menyebutkan bahwa kucing yang berusia 100 tahun atau lebih memiliki kemungkinan besar untuk menjadi Neko-mata. Namun, variasi usia ini bisa berbeda-beda tergantung pada cerita dan tradisi daerah yang menceritakannya.
Apakah neko-mata berbahaya bagi manusia?
Neko-mata dianggap berbahaya bagi manusia dalam cerita rakyat Jepang karena mereka dikenal sebagai makhluk yang pendendam dan memiliki berbagai kemampuan supranatural yang dapat membahayakan manusia. Neko-mata dikatakan mampu menghidupkan orang mati dan mengendalikannya seperti boneka yang menyebabkan kerusakan dan ketakutan di sekitar mereka.
Mereka juga memiliki kemampuan untuk berubah bentuk menjadi manusia untuk menyamar dan mengecoh manusia. Neko-mata dikaitkan dengan kemampuan untuk mengendalikan atau menciptakan api sehingga menambah tingkat ancaman mereka. Mereka dapat mengganggu manusia dengan cara yang bervariasi termasuk menyebabkan mimpi buruk, penyakit, atau kemalangan lainnya.
Di sisi lain, Bakeneko yang juga merupakan kucing yōkai memiliki kemampuan untuk berubah bentuk menjadi manusia atau makhluk lain serta berbicara dalam bahasa manusia menambah elemen misterius dan menakutkan dalam cerita mereka. Mereka dapat mengutuk atau membawa nasib buruk kepada pemilik atau orang yang berinteraksi dengan mereka secara negatif.
Seperti Neko-mata, Bakeneko juga sering digambarkan memiliki kemampuan untuk mengendalikan api dan ada cerita yang menyebutkan Bakeneko dapat menghisap energi kehidupan dari manusia sehingga menyebabkan kelemahan atau bahkan kematian. Kedua jenis yōkai kucing ini menggambarkan sifat supernatural yang kuat dan sering kali menakutkan mencerminkan keyakinan dalam cerita rakyat Jepang tentang bahaya yang mungkin berasal dari makhluk yang tidak biasa atau perlakuan buruk terhadap hewan.
Perbedaan maneki-neko dengan bake-neko
Dalam budaya Jepang terdapat dua jenis kucing yang bertolak belakang: Maneki-neko dan Bake-neko. Maneki-neko dikenal sebagai “Kucing Mengundang” atau “Kucing Uang” dimana patung kucing yang melambangkan keberuntungan dan kemakmuran. Dikenal dengan tangan kanannya terangkat, Maneki-neko dipercaya membawa kekayaan, pelanggan, dan keberuntungan bagi pemiliknya.
Di sisi lain, Bake-neko adalah yōkai atau monster kucing yang terkenal jahat dan memiliki kekuatan gaib. Digambarkan sebagai kucing besar dengan mata berpendar dan ekor panjang. Bake-neko dikaitkan dengan legenda mengerikan seperti menerkam manusia, menguras jiwa, dan mendatangkan kesialan. Perbedaan utama antara keduanya terletak pada fungsi, penampilan, sifat, dan makna. Maneki-neko dipuja sebagai simbol keberuntungan sedangkan Bake-neko ditakuti sebagai yōkai jahat.
Maneki-neko digambarkan sebagai patung kucing yang lucu dan menggemaskan sedangkan Bake-neko digambarkan sebagai monster kucing yang mengerikan.
Kesimpulan
Neko-mata adalah yōkai (makhluk supernatural) Jepang yang terkenal dengan bentuk kucingnya yang memiliki ekor bercabang dua dan kekuatan gaib. Dikaitkan dengan legenda kelam dan sering digambarkan sebagai makhluk pendendam yang berbahaya bagi manusia.
Neko-mata dipercaya berasal dari kucing rumahan yang tua atau kucing liar dan memiliki kemampuan seperti mengendalikan orang mati, berubah bentuk, dan menguasai api. Meskipun memiliki beberapa kesamaan dengan Bakeneko, Neko-mata memiliki ciri khas dan ceritanya sendiri, menjadikannya salah satu yōkai paling menarik dan menakutkan dalam budaya Jepang.




