Jepang merupakan negara yang mempunyai teknologi yang maju. Dengan bukti tersebut kita dapat langsung menyimpulkan bahwa orang Jepang adalah orang yang disiplin dalam bekerja. Pada umumnya pribadi orang Jepang itu adalah (jurnal pendidikan):
(1) rasa memiliki kewajiban merupakan pendorong yang kuat untuk tingkah laku orang-orang Jepang,
(2) kerjasama diantara semua anggota lebih didahulukan daripada tanggung jawab, otoritas dan inisiatif perorangan,
(3) orang Jepang menilai bahwa keselarasan di atas kebenaran.

Tatemae 

建前

Public Face

Tatemae adalah apa yang diharapkan oleh masyarakat sesuai dengan posisi dan kondisi seseorang.
• Tatemae adalah “wajah” yang orang Jepang tunjukkan di publik.
• Inti dari Tatemae adalah kesopanan dan menghindari konfrontasi yang mungkin saja akan berbenturan dengan Honne.
• Bagi orang asing, Tatemae mungkin bisa dianggap ketidakjujuran.

• Contoh:
Misalnya, anda bekerja sebagai karyawan pada sebuah perusahaan tertentu, sekalipun hampir tidak bisa dibenarkan, namun ternyata anda juga melakukan pekerjaan sampingan lainnya yang sama dengan bidang kerja anda di perusahaan lain yang merupakan kompetitor. Teman-teman sekerja anda mengetahui akan hal itu, tetapi mereka berpura-pura tidak mengetahuinya. Fakta bahwa anda mengetahui bahwa mereka mengetahui pekerjaan sampingan anda itu disebut honne, sedangkan kepura-puraan mereka bahwa mereka tidak mengetahuinya adalah tatemae.

Honne

本音

True sounds, true feelings, true opinion

Pemikiran, perasaan yang sesungguhnya yang mungkin akan berbeda dengan ekspektasi masyarakat atau apa yang diharapkan sesuai dengan suatu kondisi atau posisi tertentu, dimana perasaan sesungguhnya ini kerap disembunyikan kecuali ke sahabat terdekat.

• Honne bukanlah suatu hal yang dipertunjukkan kepada publik, apalagi khususnya untuk masalah bisnis.

• Umumnya ditunjukkan kepada sahabat terdekatnya saja atau kepada orang lain ketika sedang mabuk.

• Selama itu, ia menggunakan Tatemae-nya dalam menjaga keharmonisan.

Oleh karena itu ada budaya 飲み会、カラオケ di lingkungan kerja karena menjadi sarana pelepas Honne-tatemae.

Nomikai 飲み会

• Nomikai, dimana rekan kerja berkumpul untuk mengobrol, makan dan minum di Izakaya (bar tradisional Jepang). Dilakukan sepulang kerja hingga larut malam. Kadang juga dimulai dari Karaoke.

• Pada saat Nomikai disinilah seharusnya menunjukkan Honne, bicara tentang masalah kerja, keluarga dll sehingga para kolega akan membantu memberikan nasehat.

• Nomikai juga menjadi kesempatan untuk komplen kepada atasan atau rekan kerja yang tidak bertanggung jawab.

Di sini alkohol berperan dalam pergantian peran dari tatemae ke mode Honne.

Kesimpulan

• Karena di Jepang sangat menjunjung tinggi harmoni dan menghindari konfrontasi, kebanyakan orang menjaga perasaan aslinya agar tidak terlihat dan digantikan dengan Tatemae. Oleh karena itu tatemae berfungsi sebagai pelancar jalannya komunikasi dan relasi antar orang Jepang.

• Seperti yang dikemukakan (nakane, 1988) dalam menyampaikan pikirannya dalam diri orang Jepang ada sikap honne dan tatemae apa yang diucapkan belum tentu sama dengan apa yang ada dalam hatinya. Honne adalah ungkapan yang sama dengan isi hatinya, sedangkan tatemae sendiri adalah ungkapan yang tidak keluar dari hati sanubari. (contoh pujian:日本語が上手ですね).

• Jika muncul konfrontasi:
Menurut masyarakat Jepang, konflik dan konfrontasi secara serius dapat memutuskan hubungan yang harmonis. Jika terjadi konflik, masyarakat Jepang memiliki dua cara untuk mengatasinya. Cara yang unik, pertama dengan sistem nemawashi, dan kedua dengan sistem ringi.
Fungsi nemawashi memberikan banyak waktu kepada masing-masing kelompok untuk menyampaikan keputusannya, menjelaskan tujuannya dan memberikan kesempatan untuk memahami informasi kesimpulan tersebut.
Sedangkan di dalam sistem ringi keputusan sangat diharapkan dari seseorang yang dianggap superior.

Keduanya memiliki kekhasan. Pada kenyataan di lapangan, orang Jepang cenderung tidak ingin mencari masalah, ia ingin segala sesuatunya berjalan dengan lancar, cepat dan harmonis. Fungsi nemawashi dan fungsi ringi, seyogianya lebih dipahami untuk menjelaskan persepsi orang lain mengenai ketidakberanian orang Jepang untuk menyampaikan protes secara langsung.

 

Source: berbagai sumber

 

Dapatkan FREE TRIAL JAPANESE CLASS berdurasi 60 menit dengan materi pembelajaran pengenalan Bahasa Jepang dan pengenalan Huruf Kana atau materi persiapan JLPT

 

NEXS Japanese Language Center, Pilihan tepat Belajar Bahasa Jepang di Surabaya!

 

🌟 NEXS Japanese Language Center 🌟
Kursus Bahasa Jepang di Surabaya (Kelas Regular & Private)
Kursus Bahasa Jepang Online
Studi Ke Jepang

Conversation Class Bahasa Jepang di Surabaya
Kelas Persiapan JLPT di Surabaya
Kelas Bahasa Jepang ONLINE
Konsultasi pendidikan ke Jepang di Surabaya
Jasa Penerjemahan Bahasa Jepang di Surabaya
Program Study Tour ke Jepang

Head Office NEXS Japanese Language Center:
Komplek Ruko Transmart Rungkut Blok A-25
Jl. Raya Kalirungkut No. 23 Surabaya 60293
TELEPHONE: (031)8781033
WA : 081335555002
ID LINE: nexs.center
e-mail: [email protected]
website: www.nexs.co.id