keitai

Hollaa… minnaaaa.. Genki??? ^^ Kali ini mimin mau share info seputar kartu SIM dan handphone di Jepang nih. Ternyata handphone dan kartu SIM di Jepang itu cukup berbeda dengan yang ada di Indonesia lho. Mimin pun baru tau kalau ternyata ribet kayak gini gara-gara mau beli handphone dari Jepang dan dibawa pulang ke Indonesia.

Berdasarkan pengalaman tersebut, mimin jadi ingin berbagi aneka informasi dasar mengenai mobile phone di Jepang. Mudah-mudahan bisa memberikan gambaran informasi bagi first time travellers lain yang akan pergi ke Jepang, agar terhindar dari masalah-masalah yang berhubungan dengan mobile phone dan kartu SIM deh ya.^^

  1. Sebagai informasi awal, perlu diketahui jika di Jepang tidak ada voucher isi ulang. Kenapa? Karena mayoritas kartunya adalah kartu pasca bayar, sehingga untuk membeli 1 nomor saja perlu surat kontrak yang cukup ribet. Ada juga sih kartu pra-bayar, tapi harganya (biasanya) jauh lebih mahal dan pembeliannya harus menggunakan kartu kredit.
  2. Ada sebuah perbedaan mencolok antara sistem penggunaan handphone di Indonesia dan di Jepang. Di Indonesia, handphone dijual terpisah dengan SIM card. Jadi nggak aneh jika sebuah ponsel poligami dengan beberapa nomor pra-bayar. Namun di Jepang, membeli handphone = memilih provider. Jadi urutannya dibalik, bukan membeli handphone baru memilih nomor, tapi memilih provider dulu dan dilanjutkan dengan memilih merk handphone (sistem bundling). Jadi nggak bisa sembarangan ganti handphone dan ganti nomor, sehingga jangan harap bisa menemukan toko yang menjual handphone bekas di Jepang.
  3. Lalu bagaimana jika menggunakan handphone dari luar Jepang? Bisa, namun pastikan handphone tersebut sesuai dengan jaringan telepon selular di Jepang. Perlu diketahui, di Jepang tidak ada jaringan GSM, sehingga ponsel lama yang hanya bertipe GSM jelas tidak akan bisa beroperasi. Adapun jaringan selular yang ada di Jepang antara lain 3G UMTS 2100 MHz, 3G CDMA2000 800 MHz, serta LTE band 1. Intinya, jika memiliki handphone bertipe minimal 3G, biasanya bisa digunakan di Jepang. Itulah alasan kenapa Blackberry kami, si Gemini jadul, bebas tugas sewaktu travelling ke Jepang.
  4. Jika ingin menggunakan handphone dari luar Jepang beserta SIM card-nya, pastikan provider Anda memiliki kerjasama dengan provider lokal di Jepang seperti Docomo maupun Softbank. Provider yang saya tahu sudah bekerja sama dengan provider Jepang adalah XL dan Telkomsel. Tentu saja ada konsekuensi lain, yaitu akan ada roaming internasional yang tarifnya bisa membuat terbelalak.
  5. Terpikir untuk menggunakan ponsel dari luar Jepang namun SIM card diganti dengan nomor lokal? Sayangnya di Jepang tidak sembarangan orang bisa membeli SIM card baru. Diperlukan identitas setempat untuk bisa membeli nomor baru, alasannya lihat kembali point 1 ya.
  6. Bagaimana kalau punyanya handphone jadul dan malas untuk beli handphone 3G, tapi tetap ingin keep in touch selama wisata di Jepang? Ada beberapa solusi yang bisa dicoba:

 

 

(a.)       Jika memang bermaksud berwisata agak lama di Jepang, bisa juga membeli visitor SIM Card (pra-bayar). Tentunya ada sejumlah persyaratan yang harus dilengkapi, salah satunya harus menyertakan ID card dan alamat tinggal selama berada di Jepang.

(b.)       Jika memiliki visa kerja di Jepang, bisa juga melakukan kontrak dengan provider lokal dengan persyaratan tertentu. Jika Anda meninggalkan Jepang sebelum kontrak berakhir, masalah pembayaran maupun denda biasanya menjadi tanggungan pihak penjamin.

(c.)       Alternatif lainnya, sewa handphone dengan nomor lokal. Saat ini sudah banyak penyewaan handphone yang bisa ditemukan di berbagai Bandara maupun Stasiun. Harga sewanya bervariasi, mulai dari 200yen-500yen per-hari (untuk handphone biasa) dan 1000yen-5000yen (untuk smartphone). Ada yang mematok sistem paket mingguan dan dilanjutkan dengan sistem sewa harian. Perhatian, itu belum termasuk harga pulsa ya. Dan perlu diingat, keuntungan dari nomor lokal hanyalah Anda jadi lebih mudah dihubungi dan lebih murah jika ingin menghubungi nomor Jepang. Namun tetap saja pulsanya akan berbeda jika digunakan untuk ber-cas cis cus ke luar negeri.

(d.)      Kalau sekedar ingin memberi kabar pada keluarga di tanah air, gunakan telepon umum saja. Telepon umum berwarna abu-abu sebagian besar bisa digunakan untuk menelepon ke luar negeri (menggunakan koin maupun kartu telepon), sedangkan telepon berwarna hijau hanya sebagian saja yang bisa digunakan untuk menelepon internasional.

(e.)       Ngiler dengan handphone Jepang dan ingin bawa pulang ke Indonesia? Sayangnya, handphone di Jepang rata-rata bundling dengan nomor telepon pasca-bayar. Jadi jika ingin membeli handphone Jepang untuk dibawa keluar Jepang, resikonya harus di jailbreak atau di unlock terlebih dulu. Dan seandainya pun bisa membeli handphone di Jepang, pelajari dulu apakah handphone tersebut bisa digunakan di Indonesia atau tidak.

 

Source : Berbagai Sumber

 

Shared By :

🌟 NEXS Japanese Language Center 🌟
Kursus Bahasa Jepang di Surabaya (Kelas Regular & Private)
Conversation Class Bahasa Jepang di Surabaya
Kelas Persiapan JLPT di Surabaya
Kelas Bahasa Jepang ONLINE
Konsultasi pendidikan ke Jepang di Surabaya
Jasa Penerjemahan Bahasa Jepang di Surabaya
Program Study Tour ke Jepang

Head Office NEXS Japanese Language Center
Komplek Ruko Transmart Rungkut Blok A-25
Jl. Raya Kalirungkut No. 23 Surabaya 60293
TELEPHONE: (031)8781033
WA : 081335555002
ID LINE: nexs.center
e-mail: ask@nexs.co.id
website: www.nexs.co.id