kuliah di jepang

Keuntungan Kuliah di Jepang

Kuliah di luar negeri bukan hal yang asing saat ini. Bahkan jika kamu memiliki biaya yang minim, kamu bisa menemukan banyak kesempatan beasiswa yang ditawarkan berbagai institusi. Memang tidak mudah karena ketatnya persaingan, tapi harganya sepadan dengan kekayaan pengalaman yang nantinya akan kamu dapatkan.

Keuntungan Kuliah di Jepang

Dari sekian banyak negara tujuan kuliah, Jepang menjadi salah satu pilihan yang menarik. Beberapa budayanya mungkin sudah terasa familiar dengan kita, melalui anime, musik dan drama. Tak hanya itu, ternyata ada hal-hal menarik lainnya yang bisa kita dapatkan jika kita memilih untuk kuliah di Jepang.

Unggul dalam Bidang Sains, Teknologi, Teknik

Jika kamu berniat untuk menekuni bidang sains, teknologi atau teknik, maka kuliah di Jepang bisa menjadi pilihan yang tepat. Jepang terkenal unggul dalam bidang-bidang ini. Fasilitas riset yang tersedia sudah sangat mutakhir, sehingga akan memudahkan para peneliti muda untuk melakukan penelitian. Akses literatur keilmuwan di sini juga sangat mudah, sehingga akan membantu kamu dalam menekuni suatu bidang.

Mempelajari Budaya Perusahaan Jepang

Ada banyak perusahaan Jepang yang berbisnis di Indonesia, mulai dari perusahaan yang bergerak di sektor manufaktur hingga perbankan. Dengan kuliah di Jepang, kita bisa mendapat kemudahan apabila kita ingin diterima dalam perusahaan-perusahaan ini. Kita akan lebih memahami gaya komunikasi orang Jepang, norma kesopanan ala Jepang, dan pastinya menjadi lebih fasih dalam Bahasa Jepang.

Menantang Diri Sendiri untuk Belajar

Mungkin akan lebih memudahkan bagi kita untuk kuliah ke negara yang bahasa utamanya adalah Bahasa Inggris, seperti Inggis, Amerika dan Australia. Namun, sebenarnya perspektif ini bisa menghalangi kita untuk belajar lebih banyak hal, lho.

Seringkali kita tidak menyadari, banyak dari kita yang tanpa pergi ke luar negeri sudah bisa fasih berbahasa Inggris. Selain itu, seberapa banyak orang yang fasih dalam Bahasa Inggris, sekaligus dengan Bahasa Jepang? Ini bisa menjadi tantangan yang menarik untuk meningkatkan kemampuanmu. Perlu kamu ketahui, mahasiswa luar Jepang disyaratkan lolos kemampuan Bahasa Jepang (JLPT) level 1 atau 2 sebelum kuliah dimulai.

Keunikan Shushoku Katsudo

Di tingkat akhir kuliah, mahasiswa akan dibimbing oleh seorang professor atau sensei. Di tingkat ini pula mahasiswa akan mulai mencari pekerjaan, atau disebut dengan shushoku katsudo. Peran seorang sensei dalam shushoku katsudo ini cukup besar, bahka dia tak segan menggunakan networking-nya dalam membantu mahasiwa yang dibimbingnya untuk mendapatkan pekerjaan. Hal ini akan membantu mahasiswa untuk mendapat pekerjaan sebelum lulus kuliah.

Menjadi Bagian dari Masyarakat Global

Jepang merupakan pangsa pasar yang menarik, sehingga ada banyak perusahan internasional non-Jepang yang berbisnis di sana. Tak jarang, perusahaan-perusahaan ini juga melakukan proses rekrutmen karyawan di Jepang. Sebagai mahasiswa tingkat akhir yang tinggal di Jepang, kita bisa ambil bagian dalam kesempatan ini. Sebagai masyarakat global, kuliah dan tinggal di Jepang akan mengenalkan kita ke berbagai perusahaan maupun organisasi internasional.

Ajang Pertukaran budaya 

Kuliah di luar negeri akan memaksa kita untuk bertemu berbagai orang dari berbagai belahan dunia. Perbedaan budaya, bahasa dan perspektif yang berbeda ini akan membuat kita belajar bagaimana cara menghargai perbedaan, dan bagaimana cara berpikir kritis. Dari sisi budaya, kesempatan ini bisa kita manfaatkan untuk mengenalkan keunikan budaya Indonesia ke mata masyarakat internasional.

Arubaito, atau Kerja Paruh Waktu

Kadang kita mendengar kalau mahasiswa yang kuliah di luar negeri biasa melakukan pekerjaan paruh waktu. Mungkin sedikit berbeda jika kita bandingkan di Indonesia, karena pekerjaan di sini lebih banyak menggunakan sistem kontrak.

Di Jepang pun, kita bisa mengambil pekerjaan paruh waktu. Contohnya seperti menjadi kasir swalayan, koki, pelayan café dan restoran, dengan perhitungan honor per jam. Pekerjaan paruh waktu di Jepang ini disebut dengan arubaito. Selain untuk menambah uang jajan, kesempatan ini juga membuka kesempatan bagi kita untuk belajar hal baru. Pemerintah Jepang memberikan waktu 28 jam seminggu untuk mahasiswa internasional bekerja.

Sumber:
Kompas
Okezone
kuliah di jepang