Siluman Oshidori dan Pemburu

oleh | Des 13, 2017 | Budaya | 1 Komentar

ghost

Dahulu kala, ada seorang pawing elang dan pemburu, bernama Sonjo yang hidup di daerah bernama Tamura-no-Go, di provinsi Mutsu. Pada suatu hari ia sama sekali tidak mendapatkan hasil buruan dan akhirnya memutuskan untuk pulang. Ketika sampai di suatu tempat bernama Akanuma, dia melihat sepasang oshidori (bebek mandarin), yang berenang berdua di sungai yang akan dia seberangi. Membunuh oshidori menurut kepercayaan waktu itu adalah tidak bagus, tapi Sonjo waktu itu sedang lapar sekali dan dia memanah ungags tersebut. Panahnya menusuk si pejantan, dan betinanya lari ke alang-alanh di tepi sungai dan menghilang. Sonjo membawa unggas yang dipanahnya dan memasaknya.

Malam harinya Sonjo bermimpi suram. Dalam mimpi ia didatangi perempuan cantik yang masuk ke kamarnya dan menangis. Begitu pilu tangisan wanita itu sampai-sampai Sonjo merasa jantungnya tercerabut mendengarnya. Dan wanita itu berteriak kepadanya, “Oh mengapa engkau membunuhnya? Salah apakah dia? Kau sungguh sangat keji. Aku pun telah engkau bunuh, karena aku tak bisa hidup tanpa suamiku! ”. Kemudian ia menangis keras dan sangat memilukan. Di antara tangisannya ia menyampaikan puisi berikut :

Hi kurureba

Sasoeshi mono wo..

Akanuma no

Makomo no kure no

Hitori-ne zo uki !

(Pada senja hari kuajak dia kembali bersamaku! Sekarang, tidur sendiri dalam baying alang-alang Akanuma,, Ah! Sungguh merana tiada tara!)

Dan sesudah menyampaikan puisi itu, ia berkata “Tapi besok engkau akan lihat, engkau akan lihat…”. Sesudah berkata demikian ia pun pergi. Lalu Sonjo yang bangun pada pagi harinya merasa mimpi itu menancap kuat dalam pikirannya sehingga dia sangat bersusah hati. Teringatlah kata-kata perempuan dalam mimpinya. Dan Sonjo menetapkan hati untuk pergi ke sana segera, supaya dia tahu apakah mimpinya tak sekedar mimpi.

Sesampianya di Akanuma, ketika di tepi pantai, terlihat oshidori berenang sendirian. Pada saat yang sama Unggas itu melihat ke arah Sonjo dengan tatapan yang tajam dan berenang memghampirinya. Lalu dengan paruhnya tiba-tiba oshidori betina itu merobek tubuhnya sendiri, dan mati di hadapan si pemburu.

Sonjo yang merasa bersalah kemudia menggunduli kepalanya dan menjadi pendeta.

 

Source : Kwaidan by Koizumi Yakumo

Shared By :

🌟 NEXS Japanese Language Center 🌟
Kursus Bahasa Jepang di Surabaya (Kelas Regular & Private)
Kursus Bahasa Jepang Online
Studi Ke Jepang

Conversation Class Bahasa Jepang di Surabaya
Kelas Persiapan JLPT di Surabaya
Kelas Bahasa Jepang ONLINE
Konsultasi pendidikan ke Jepang di Surabaya
Jasa Penerjemahan Bahasa Jepang di Surabaya
Program Study Tour ke Jepang

Head Office NEXS Japanese Language Center
Komplek Ruko Transmart Rungkut Blok A-25
Jl. Raya Kalirungkut No. 23 Surabaya 60293
TELEPHONE: (031)8781033
WA : 081335555002
ID LINE: nexs.center
e-mail: [email protected]
website: www.nexs.co.id