careworker

Peluang Kerja Sebagai Perawat Lansia di Jepang part 1

Banyak dari kita mungkin bermimpi untuk berkarir di luar negeri, mungkin jepang bisa menjadi pilihan, karena di sana hampir seluruh profesi memiliki standar gaji yang tinggi. Salah satunya pekerjaan yang paling diminati adalah careworker atau Kaigofukushishi dalam bahasa jepang, yaitu perawat lansia. Tugasnya bukan hanya menemani dan menyuapi saat waktu makan, namun juga harus menjaga kesehatan lansia tersebut. Mulai dari rutinitas minum obat, menemani terapi, hingga melakukan dokumentasi kondisi. Walaupun begitu tugas careworker berbeda dengan suster karena tidak bersinggungan dengan tindakan keperawatan.

Peluang tenaga kerja asing sebagai careworker atau Kaigofukushishi

Menurut cabinet office jepang, populasi masyarakat jepang semakin hari kian berkurang sejak tahun 2010. Di tahun 2017, angka penurunan tersebut menyentuh jumlah 227 ribu orang. Di saat yang sama jumlah lansia lebih banyak dibandingkan masyarakat usia produktif. Maka tak heran kalau negara Jepang kekurangan tenaga kerja sehingga mereka harus mendatangi tenaga kerja asing. Meski mengundang pro dan kontra, Jepang tetap harus bekerjasama dengan beberapa negara guna mengatasi masalah ketenagakerjaan ini.

Melihat kondisi di atas, kebutuhan tenaga kerja careworker pun meningkat. Pemerintah Jepang setidaknya memerlukan kurang lebih 500 orang caregiver (Kaigofukushishi) setiap tahunnya. Jumlah ini sebenarnya belum sebanding dengan total lansia yang ada di negara tersebut. Diperkirakan Jepang membutuhkan sekitar 550 ribu orang careworker sampai dengan tahun 2025. (※)

Indonesia telah lama bekerjasama dengan Jepang dalam Economic Partnership Agreement (IJ-EPA). Selama itu pula Indonesia telah mengirim lebih dari 1.000 orang khusus lulusan sekolah perawat untuk menjadi careworker dan nurse (perawat klinis) di Jepang. Setiap tahunnya lowongan ini selalu dibuka dan bebas diikuti oleh siapapun selama memenuhi syarat. Pelamar careworker dan nurse nantinya akan melewati beberapa ujian lagi guna menjaga kualitas pelayanan di klinik atau rumah sakit di sana.

Gaji careworker atau Kaigofukushishi

Gaji careworker di jepang akan sangat bervariasi. Ini dipengaruhi lokasi mereka bekerja, apakah dirumah sakit atau panti, serta dikota mana ditempatkan. Faktor lain yang mempengaruhi penghasilan careworker di Jepang adalah sertifikasi. Apabila lulus ujian maka gajinya bisa lebih tinggi dan bebas bekerja di sana sampai kapan pun sebagai careworker.

Menurut Asosiasi Perawatan Jepang (Nihon Kango Kyokai) pada tahun 2018, tercatat gaji perawat lulusan SMA dengan pelatihan 3 tahun atau perawat lulusan baru bisa mendapatkan total gaji termasuk pajak sebesar 264.000 yen atau setara dengan 38,376,245 rupiah (1 yen = 145.36, rate tertanggal 21/4/2020). Sertifikasi atau ujian nasional perawat tidak hanya bertujuan untuk menjaga kualitas layanan rumah sakit dan panti saja. Program

sertifikasi ini sebenarnya menguntungkan bagi tenaga kerja asing. Sebab mereka akan mendapatkan benefit khusus serta peningkatan kapasitas, baik secara praktis maupun keilmuan teoritis. Jadi saat pulang ke negara asal, para pekerja tersebut telah dibekali skill yang profesional.