Grammar Jepang N1 〜に至っては yang Sering Dipakai untuk Penekanan

grammar jepang n1 〜に至っては yang sering dipakai untuk penekanan

Pernah nggak sih kamu baca teks Jepang yang awalnya terasa biasa saja, lalu tiba-tiba ada satu bagian yang bikin kamu berhenti sebentar karena nadanya makin “nendang”? Biasanya itu bukan karena kosakatanya susah, tapi karena cara penekanan kalimatnya berubah. Nah, salah satu grammar yang sering dipakai untuk efek itu adalah 〜に至っては. Aku pertama kali benar-benar ngeh fungsi grammar ini waktu baca kolom opini Jepang. Awalnya penulis nyebut beberapa contoh umum, lalu masuk ke satu poin terakhir yang nadanya lebih tajam. Di situlah 〜に至っては muncul. Rasanya seperti bilang, “bahkan yang satu ini pun…” — dan pembaca langsung fokus.


Ringkasan Cepat
  • 〜に至っては = “bahkan sampai pada…”
  • Dipakai untuk penekanan khusus
  • Sering muncul di tulisan formal dan opini
  • Grammar khas JLPT N1

Makna Dasar 〜に至っては

Pola 〜に至っては digunakan untuk menyoroti satu hal secara khusus di antara beberapa hal lain yang sudah disebutkan sebelumnya. Nuansanya mirip:
  • “bahkan sampai…”
  • “terlebih lagi…”
  • “apalagi yang satu ini…”
Yang penting: grammar ini tidak berdiri sendiri. Biasanya ada konteks sebelumnya, lalu 〜に至っては dipakai untuk menekankan poin terakhir atau poin yang dianggap paling ekstrem, paling mengejutkan, atau paling patut disorot.

Pola Kalimat 〜に至っては

Pola Dasar

N + に至っては N yang sering muncul:
  • 人 (orang)
  • 場所 (tempat)
  • 事例 / ケース (kasus)
  • 状況 (situasi)
Grammar ini sering muncul di tengah kalimat, bukan di awal pembicaraan.

Fungsi Penekanan 〜に至っては dalam Teks

Di level N1, grammar ini bukan soal arti literal, tapi cara mengarahkan perhatian pembaca. Dengan 〜に至っては, penulis seolah berkata:
“Dari semua yang tadi, yang ini paling mencolok.”
Biasanya dipakai untuk:
  • kritik halus
  • ironi
  • penegasan kondisi ekstrem
  • memperkuat argumen
Makanya grammar ini jarang dipakai di percakapan santai. Terlalu “editorial”.

Contoh Kalimat 〜に至っては dalam Konteks Nyata

1. 物価は上がり続け、電気代に至っては倍以上になった。 Bukka wa agaritsudzuke, denki-dai ni itatte wa bai ijō ni natta.“Harga-harga terus naik, bahkan biaya listrik pun meningkat lebih dari dua kali lipat.”Penjelasan: Bagian “biaya listrik” diberi penekanan khusus sebagai contoh paling ekstrem. 2. 若者だけでなく、高齢者に至ってはスマートフォンを使いこなしている。 Wakamono dake de naku, kōreisha ni itatte wa sumātofon o tsukaikonashite iru.“Bukan hanya anak muda, bahkan lansia pun sudah mahir menggunakan smartphone.”Penjelasan: Digunakan untuk menunjukkan sesuatu yang di luar ekspektasi umum. 3. 小さなミスが重なり、最後に至っては大きな事故につながった。 Chiisana misu ga kasanari, saigo ni itatte wa ōkina jiko ni tsunagatta.“Kesalahan kecil menumpuk, dan pada akhirnya bahkan berujung pada kecelakaan besar.”Penjelasan: Memberi penekanan klimaks pada bagian akhir.

Perbedaan 〜に至っては dan Pola Mirip

Supaya nggak ketukar, bandingkan singkat:
PolaNuansa
〜までBatas atau cakupan
〜さえBahkan (lebih umum)
〜に至ってはPenekanan khusus, editorial
Kalau kamu ingin kalimat terasa berlapis dan terstruktur, 〜に至っては jauh lebih elegan.

Tips Menggunakan 〜に至っては dengan Natural

Beberapa catatan praktis:
  • Jangan pakai tanpa konteks sebelumnya
  • Cocok untuk kalimat yang sudah punya daftar atau alur
  • Ideal untuk:
    • opini
    • laporan
    • esai
    • bacaan JLPT N1
Pengalaman pribadi saat belajar: grammar ini sering bikin salah paham kalau dibaca cepat. Kuncinya bukan di kata, tapi di alur logika paragraf.

Kesimpulan

Grammar 〜に至っては bukan grammar untuk menjelaskan, tapi untuk menyoroti. Ia dipakai ketika penulis ingin menarik perhatian pembaca ke satu poin tertentu yang dianggap paling penting, paling mengejutkan, atau paling berdampak. Di level JLPT N1, kemampuan memahami grammar seperti ini sangat krusial karena soal tidak lagi menguji arti kata per kata, melainkan struktur penekanan dan alur argumen. Kalau kamu hanya membaca cepat tanpa menangkap nuansanya, makna keseluruhan teks bisa terasa datar atau bahkan salah arah. Menguasai 〜に至っては membantu kamu membaca teks Jepang dengan kacamata penulis, bukan sekadar sebagai penerjemah. Kamu jadi bisa merasakan mana bagian pendukung dan mana bagian yang sengaja “ditekan”. Dari pengalaman belajar dan membaca teks Jepang tingkat lanjut, grammar ini sering muncul di bagian akhir paragraf, tepat sebelum kesimpulan atau kritik utama. Itu sebabnya, mengenalinya membuat reading JLPT terasa jauh lebih ringan. Dan yang paling penting, grammar ini mengajarkan satu hal penting: dalam bahasa Jepang, cara menekankan sesuatu sering kali lebih penting daripada apa yang ditegaskan.

Tag:

Bagikan:

Baca Juga:

Tinggalkan Balasan