WeCreativez WhatsApp Support
こんにちは!NEXS memiliki program kelas Privat, Reguler (Basic-Intermediate-Advance), JLPT, Conversation, Study In Japan, Translate dan Penerjemah.
Ingin tahu info lebih lanjut?
Serba Serbi Sistem Pembuangan Sampah di Jepang

Serba Serbi Sistem Pembuangan Sampah di Jepang

“Bagaimana sih sistem pembuangan dan penanggulangan sampah di Jepang?”. Sampah, mungkin bagi kita hal ini adalahhal yang sepele. Namun pada kenyataannya, sampah telah menjadi salah satu penyebab timbulnya masalah yang serius dalam pelestarian lingkungan hidup di Indonesia.

Mungkin dari informasi berikut ini, akan banyak hal bermanfaat yang bisa kita terapkan dalam kehidupan sehari-hari.

 

Langkah Pertama:Harus dilakukan pemilihan menurut jenisnya

Pada tahun 1991 Jepang memberlakukan Undang-Undang Daur Ulang dengan tujuan mengurangi volume sampah dan meningkatkan tindakan daur-ulang. Berdasarkan undang-undang ini, perusahaan produsen barang harus berusaha merancang produknya sedemikian rupa sehingga kelak mudah didaur-ulang antara lain dengan memberi tanda pada kaleng (can) apakah dibuat dari baja atau aluminium.

Undang-undang mengenai daur ulang wadah atau pembungkus yang mulai berlaku pada tahun 1997 mengatur cara pembuangan wadah atau pembungkus kemasan. Konsumen diwajibkan memisah-misahkan sampah botol PET (Polyethylene Terephthalate), botol kaca dan kaleng (baja dan aluminium). Perusahaan-perusahaan diwajibkan mengumpulkan kembali dan memakai kembali (daur-ulang) wadah dari produknya, yaitu botol PET, botol kaca dsb. Kemudian pada bulan April 2000 keluar lagi undang-undang lainnya yang mengatur pembungkus dari kertas dan jenis-jenis plastik selain botol PET.

Plastik dan vinyl yang dipakai sebagai bahan pengemas yang sekali-pakai-bang karena murah, telah menjadi penyebab utama timbulnya gas dioxin dan bertambahnya sampah. Oleh karena itu diupayakan agar pemakaiannya dibatasi dandidaur ulang semaksimal mungkin.

Pemakaian kertas daur ulang di Jepang telah mencapai angka 50%, dan ini salah satu angka tertinggi yang tercapai di dunia. Dilakukan usaha pengumpulan koran-koran bekas dan kertas-kertas bekas dari kantor-kantor dan rumah-rumah untuk diolah kembali dan didaur ulang pemakaiannya. Tidak semua kertas tersebut kembali ke fungsinya semula karena sebagian mungkin berubah sebagai kertas bungkus, kertas tissue, dsb. Hal tersebut tergantung pada jenis bahan, tinta, mutu tinta, mutu kertas dsb. Kendala yang dihadapi soal biaya pengolahan cukup besar dalam membersihkan kembali kertas bekas dari tinta cetak dsb. Agar dapat dijadikan berbagai produk kertas (pembungkus, tissue, dll) yang layak pakai. Sementara itu, di kantor-kantor, baik pemerintah maupun swasta, ada usaha keras untuk sebanyak mungkin menggunakan kembali kertas fotokopian.

Setiap rumah tangga di Jepang tidak bisa begitu saja memasukkan semua sampah ke dalam satu kantong saja karena sampah harus dipilih-pilih dan dimasukkan ke dalam kantong sampah secara terpisah. Bahka ada pemda yang mengharuskan sampah dimasukkan ke dalam kantong-kantong yang transparan. Ada beberapa jenis sampah untuk pemilahan tersebut. Hal ini bergantung dari kebijakan pemda setempat, tapi pada dasarnya sampah dibagi dalam jenis sampah yang dapat dibakar, yang tidak dapat dibakar, dan berbagai jenis lainnya seperti botol, kaleng, dan sampah berukuran besar. DiPrefektur Shiga yang terkenal dengan danau yang berair jernih, diberlakukan sistem pemilahan sampah dalam 5 jenis, yaitu sampah kertas, organik, plastik, logam, dan botol kaca.

Pada umumnya yang dimasukkan dengan sampah besar adalah barang bekas yang tidak dapat dimasukkan ke dalam kantong sampah karena ukurannya yang besar. Namun ada pula jenis-jenis barang tertentu yang walau ukurannya tidak begitu besar, tetap termasuk sebagai sampah besar khusus. Dengan demikian, sampah berukuran besar tidak bisa diletakkan atau ditinggalkan di tempat pembuangan sampah, karena sebelumnya perlu dibuat perjanjian pengambilannya oleh sebuah badan khusus yang ditunjuk pemda setempat, dan untuk itu ada biaya tersendiri.

Apa saja yang termasuk sampah besar? Lemari, meja, dsb. Sedangkansampah besar khususadalah AC, pesawat televisi, lemari es, freezer, mesin cuci, kompor dan sejenisnya. Bila barang elektronik besar/ mesin yang dibuang telah diganti dengan barang sejenis dari merk yang sama, maka pemilik barang dapat menghubungi toko atau agen penjual untuk membicarakan pembuangan barang lama tersebut. Mungkin agen yang bersangkuta akan mengambil barang lama itu untuk dikirim ke pusat daur-ulang perusahaan pembuatnya. Untuk komputer dan monitor, ada aturan tersendiri, tergantung daerahnya, tapi pada umumnya pemilik komputer yang ingin membuang komputernya harus menghubungi agen perusahaan pembuatnya agar barang dapat diambil atau pemilik dapat mengantarkan barang bekas tersebut ke tempat yang ditunjuk kelak didaur-ulang berbagai komponennya. Barang demikian tidak bisa dibuang di lokasi pembuangan sampah. Pelanggaran yang terjadi dalam pelaksanaan pembuangan sampah, seperti meninggalkan sampah besar begitu saja, akan dikenai sanksi yang cukup keras.

Dua contoh: Shinjuku (Tokyo) dan Yokohama

Sebagai contoh, betapa sekedar membuang sampah saja kini sudah menjadi tugas yang rumit, mari kita tengok contoh sistem pembuangan sampah di dua tempat, yaitu Shinjuku (distrik perkantoran, perbelanjaan dan tempat tinggal di pusat Tokyo), dan di kota Yokohama.

Kita coba tengok lihat sistem yang dijalankan di distrik Shinjuku, di bagian pusat ibukota Tokyo. Shinjuku merupakan daerah perkantoran dan pertokoan yang ramai, dan juga perumahan. Pengambilan sampah yang berasal dari rumah tangga biasa adalah gratis (untuk sampah barang yang bisa terbakar dan tidak terbakar, dan sampah barang-barang yang dapat didaur ulang). Untuk sampah dari toko dan bisnis dikenakan biaya.

Pada dasarnya, pemda menghendaki agar toko dan bisnis mengurus sendiri pembuangan dan pengambilan sampah mereka (melalui perusahaan pengambil sampah dan perusahaan pemungut barang-barang yang dapat didaur-ulang). Namun pemda bersedia menangani sampah dari toko atau bisnis asal saja kurang dari 50kg per hari, dan untuk itu mereka harus menempelkan stiker khusus (stiker bayar). Seperti dapat dilihat pada contoh gambar sticker khusus untuk sampah dengan berat lebih dari 50kg, pihak yang akan membuang sampah harus membayar sejumlah uang 600 Yen atau Rp60.000,-.

Untuk barang-barang yang dapat didaur ulang, disarankan agar warga kota berpegang pada prinsip “3R”, yaitu“Reduce” (mengurangi, jangan membeli barang-barang yang tidak perlu), “Reuse” (pakai kembali, usahakan memanfaatkan semaksimal mungkin dengan memakai berulang-ulang. Misalnya, jangan buang botol, pakailah berkali-kali), “Recycle”(mendaur-ulang. Pilah dan kembalikan untuk didaur-ulang).

Sampah (menurut jenisnya) harus dibuang di tempat yang sudah ditentukan, pada jam 8 pagi, pada hari yang sudah ditentukan. Untuk kawasan Shinjuku, Tokyo, sampah dibagi atas kategori: sampah yang mudah terbakar(sampah dapur, kertas-kertas kecil, potongan kayu kecil, popok, puntung rokok, dll.), sampah yang tidak mudah terbakar (barang-barang logam, karet, kulit, kantong plastik, tabung gas kecil untuk kompor gas kecil yang diletakkan di atas meja,dll), dan sampah besar (tidak termasuk AC, TV, lemari es, freeser, mesin cuci dan komputer). Untuk sampah besar, harus dilakukan perjanjian terlebih dulu, sedangkan untuk sampah berupa alat-alat elektronik besar ada prosedur tersendiri yang terkait dengan perusahaan pembuat alat yang bersangkutan atau agen terdekat.

Lalu bagaimana dengan sampah yang dapat didaur ulang?Pembuangan diatur dengan membaginya menjadi

6 kategori, dengan tempat pembuangan atau penampungan yang berbeda: 

  1. Koran bekas, majalah bekas dan sejenisnya (termasuk brosur, kertas pembungkus, amplop, buku notes, kotak permen, kotak susu, cardboard). Koran, majals, dsb. Harus diikat dengan rapi secara terpisah menurut jenisnya. Tidak termasuk oto, kertas berlapis plastik, tissue, dsb.
  1. Botol dan kaleng  (untuk makanan dan minuman). Harus dibersihkan dahulu. Buang botol di container kuning dan kaleng di container biru. Jangan bungkus di dalam plastik. Botol-botol kecil tidak termasuk dalam kategori ini, tapi termasuk sampah barang-barang yang tidak mudah terbakar. 
  2. Botol plastik PET (botol plastik jernih untuk minuman, sake, mirin, dan kecap). Lepaskan tutup dan labelnya, bilas sekedarnya, kemudian pipihan. Buang botol di kotak-kotak khusus yang disediakan di pasar swalayan dan convenience store.
  3.  Baterai bekas. Ada tempat-tempat pengumpulan untuk baterai sel kering, dan baterai pipih, baterai nickel-cadmium atau nickel-hydrogen (rechargeable).
  4. Kotak karton susu. Keluarkan habis isinya, bilas sekedarnya, potong buka kotak, biarkan kering, lalu ikat kotak-kotak yang sudah dipipihkan dengan tali. Ada tempat-tempat khusus yang menyediakan penampungannya, misalnya pasar swalayan, fasilitas pemda,dll.
  5.  Wadah styrofoam bekas. Biasanya ditampung di kotak pengumpulan yang disediakan di pasar swalayan, toko koperasi, dsb.

Barang-barang tersebut baru boleh dibuang setelah dibersihkan sekedarnya.

Di kota Yokohama, kota pelabuhan yang terletak dekat Tokyo, mulai tanggal 29 April 2005 telah diberlakukan system pembuangan sampah yang membagi sampah menjadi 10 kategori, yaitu:

  1. Sampah rumah tangga (sampah yang mudah dibakar)
  2. Spray cans (kaleng cairan semprot, sepeti hairspray, cairan pembunuh serangga,dll) harus dipipikan.
  3. Sampah yang tidak mudah terbakar (gelas dan sejenisnya, keramik, tabung lampu neon dan bola lampu).
  4. Baterai bekas.
  5. Wadah dan pembungkus dari plastik.
  6. Kaleng, botol dan botol plastik PET.
  7. Barang-barang logam kecil (kurang dari 13cm) (panci, ketel kecil, kerangka payung, pisau, gunting, gantungan baju,dll.)
  8. Kertas bekas (koran bekas, kertas cetakan, kotak karton besar dan kecil)
  9. Kain bekas (baju bekas, selimut, dsb harus kering dan tidak kotor, tidak termasuk karpet dan kasur)
  10. Barang-barang bekas yang besar ukurannya (yaitu barang-barang logam berukudan lebih dari 30cm; barang-barang plastik, kayu yang lebih dari 50cm). (TV. Lemari es, pesawat AC, msin cuci dan sejenis tidak termasuk dalam kategori ini karena pembuangan harus melalui prosedur tersendiri, baik yang ditangani oleh agen perusahaan pembuatnya, maupun oleh badan khusus yang ditunjuk pemda, dengan pembayaran)

Pengambilan berbagai jenis sampah di lokasi pengumpulan yang sudah ditentukan dilakukan secara bergiliran, misalnya sampah rumah tangga diambil 3kali seminggu, sampah wadah dan pembungkus dari plastik diambil sekali seminggu, dst. Setiap rumah tangga harus meletakkan kantong-kantong sampahnya atau sampah tanpa kantong misalnya koran bekas ikatan ke dalam berbagai konteiner yang disediakan di tempat pembuangan sampah. Dan barang bekas tertentu, seperti baterai harus dikumpulkan atau dibuan di lokasi yang sudah ditentukan.

 

Serba-serbi lainnya:

  1. Biaya membuang barang elektronik bekas ternyata cukup besar juga. Sebagai contoh, bila warga di Shinjuku membuang sebuah pesawat televisi bekas, yang bersangkutan harus membayar:biaya daur-ulang sebesar 2.835 Yen ditambah dengan biaya pengambilan sebagai barang bekas sebesar 2.500 Yen. Seluruh biaya menjadi 5.335 Yen atau Rp453.475,-.

Untuk mendukung realisasi daur-ulang, di lokasi tertentu diselenggarakan kegiatan mereparasi barang-barang mebel yang masih bisa dipakai. Barang yang telah dibuat bagus kembali kemudian dijual dengan sistem kupon undian.

  1. Perkumpulan ibu-ibu di tempat-tempat tertentu kerap mengorganisir gerakan pengumpulan koran, majalah, kotak karton cardboard dan botol bekas, untuk diteruskan ke pusat-pusat daur-ulang masing-masing jenis barang tersebut.
  2. Berbagai himpunan warga setempat di daerah-daerah tertentu sewaktu-waktu mengadakan gerakan pembersihan lokasi-lokasi wisata, misalnya di pegunungan atau di tepi pantai dengan beramai-ramai memungut kaleng-kaleng bekas, botol-botol bir dan sebagainya. Para aktivis membawa kantong plastik besar untuk tujuan ini.
  3. Di sekolah-sekolah  juga sering dilakukan kegiatan pengenalan usaha pelestarian lingkungan. Para murid sekolah sudah terbiasa membuang sampah di tempat sampah. Pada tahun 1990-an pernah ada gerakan menerbitkan buku kecil yang dinamakan“paspor lingkungan” yang dibagikan kepada anak-anak sekolah. Buku tersebut berisi pengetahuan tentang kebersihan dan lingkungan, terutama masalah sampah, dan hal-hal terkait. Para murid sekolah diajak untuk menjadi warga bumi yang mencintai lingkungan.

Sumber: Aneka Jepang edisi 313 Tahun 2005 (4) 

Konsultan Pendidikan Profesional dan Terpercaya di Indonesia, NEXS Japanese Language Center

Dapatkan FREE TRIAL JAPANESE CLASS berdurasi 60 menit dengan materi pembelajaran pengenalan Bahasa Jepang, pengenalan Huruf Kana serta simulasi JLPT

NEXS Japanese Language Center, Pilihan tepat Belajar Bahasa Jepang di Surabaya!

🌟 NEXS Japanese Language Center 🌟
Kursus Bahasa Jepang di Surabaya (Kelas Regular & Private)
Conversation Class Bahasa Jepang di Surabaya
Kelas Persiapan JLPT di Surabaya
Kelas Bahasa Jepang ONLINE
Konsultasi pendidikan ke Jepang di Surabaya
Jasa Penerjemahan Bahasa Jepang di Surabaya
Program Study Tour ke Jepang

Head Office NEXS Japanese Language Center:
Komplek Ruko Transmart Rungkut Blok A-25
Jl. Raya Kalirungkut No. 23 Surabaya 60293
TELEPHONE: (031)8781033
WA : 081335555002
ID LINE: nexs.center
e-mail: ask@nexs.co.id

KODO – Dupa Ketenangan

KODO – Dupa Ketenangan

Kodo secara harfiah berarti “jalan wanginya.” Bersama dengan sado (upacara minum teh) dan kado atau ikebana (rangkaian bunga), ini adalah salah satu dari tiga seni klasik utama yang diharapkan dipelajari oleh setiap wanita jepang. Kodo mungkin yang paling tidak dikenal di antara ketiganya, tetapi belakangan ini aromaterapi kerap digunakan oleh masyarakat.

Saat berlatih kodo, piring mika diletakkan di atas bara api dan dupa atau kayu wangi ditempatkan di atas piring. Jadi kayu itu tidak benar-benar terbakar, tetapi mengeluarkan keharumannya dengan cara halus.

Sepertinya ini semua tentang indra penciuman, tetapi rahasia kodo adalah “mendengarkan.” Para peserta tidak “mencium” (kata kerja Jepang ‘kagu’) dupa atau kayu wangi, tetapi lebih “mendengarkan” (kiku) untuk itu, membuka tidak begitu banyak bagian hidung mereka sebagai hati dan roh mereka. Psikolog dan terapis barat modern tahu tentang kekuatan indra penciuman, bagaimana bau dapat dengan segera memindahkan seseorang kembali ke suatu tempat dari masa kanak-kanak mereka. Di Jepang, pembakaran dupa dan pengirisan kayu beraroma langka telah mengangkut orang ke dalam dunia spiritual yang berbeda selama berabad-abad.

Kayu wangi diyakini pertama kali digunakan dalam ritual Budha pada Periode Nara (710-794). Seperti kayu beraroma alami sangat langka dan bisa berabad-abad untuk mendapatkan aroma, dupa buatan datang ke dalam keberadaan. Seperti dupa yang kadang-kadang digunakan di gereja-gereja Kristen, itu dianggap memiliki sifat memurnikan. Bahkan saat ini digunakan untuk memurnikan tablet memorial kayu panjang yang ditawarkan kepada almarhum sebagai bagian dari pemakaman. Tongkat dupa membara (senko) secara teratur ditempatkan di batu nisan atau butsudan, altar kecil yang ditemukan di banyak rumah Jepang. Kodo diresmikan sekitar waktu shogun Ashikaga Yoshimasa (1443-1490), yang meminta cendekiawan Sanjonishi Sanetaka untuk mengklasifikasikan semua dupa yang digunakan pada saat itu. Untuk alasan ini, Sanjonishi dianggap sebagai “ayah” dari kodo.

Harum kayu Wangi dari kodo dibagi menjadi rikkoku gomi (enam negara menyala, lima rasa). Rikkoku adalah enam jenis kayu harum: kyara, rakoku, manaka, manaban, sumatora, dan sasora. Gomi adalah rasa amai (manis), nigai (pahit), karai (pedas pedas), suppai (asam), shio karai (asin). Mampu memecah aroma yang diberikan ke dalam elemen-elemen yang berbeda ini membutuhkan pengalaman bertahun-tahun dan indra penciuman yang sangat halus.

Sejak Periode Muromachi (1336-1573), kodo dikatakan memiliki sepuluh manfaat fisik dan psikologis atau kebajikan:

  1. Tajamkan indra
  2. Memurnikan pikiran dan tubuh
  3. Menghilangkan “pencemar” mental atau spiritual (kegare)
  4. Meningkatkan kewaspadaan
  5. Menyembuhkan perasaan kesepian
  6. Menciptakan perasaan harmonis bahkan di bawah tekanan
  7. Bahkan dalam kelimpahan, tidak luar biasa
  8. Memenuhi, bahkan dalam jumlah kecil
  9. Tidak membusuk bahkan selama berabad-abad
  10. Tidak ada salahnya jika digunakan setiap hari

source : https://www.japan-zone.com/culture/kodo.shtml

Konsultan Pendidikan Profesional dan Terpercaya di Indonesia, NEXS Japanese Language Center

Dapatkan FREE TRIAL JAPANESE CLASS berdurasi 60 menit dengan materi pembelajaran pengenalan Bahasa Jepang, pengenalan Huruf Kana serta simulasi JLPT

NEXS Japanese Language Center, Pilihan tepat Belajar Bahasa Jepang di Surabaya!

🌟 NEXS Japanese Language Center 🌟
Kursus Bahasa Jepang di Surabaya (Kelas Regular & Private)
Conversation Class Bahasa Jepang di Surabaya
Kelas Persiapan JLPT di Surabaya
Kelas Bahasa Jepang ONLINE
Konsultasi pendidikan ke Jepang di Surabaya
Jasa Penerjemahan Bahasa Jepang di Surabaya
Program Study Tour ke Jepang

Head Office NEXS Japanese Language Center:
Komplek Ruko Transmart Rungkut Blok A-25
Jl. Raya Kalirungkut No. 23 Surabaya 60293
TELEPHONE: (031)8781033
WA : 081335555002
ID LINE: nexs.center
e-mail: ask@nexs.co.id

Kaguya Hime : Si Timun Emas Negeri Sakura

Kaguya Hime : Si Timun Emas Negeri Sakura

Zaman dahulu kala hiduplah sepasang suami istri yang sudah berusia senja, mereka tidak memiliki anak dan hidup miskin, tapi meskipun demikian Kakek dan Nenek hidup rukun dan saling menyayangi. Sehari – hari sang kakek pergi ke hutan untuk mengambil bambu dan dibuat menjadi berbagai macam barang yang terbuat dari bambu. Orang-orang menyebutnya Kakek pengambil bambu. Suatu hari ketika Kakek masuk ke hutan untuk mengambil bambu, dilihatnya ada sebatang bambu yang bercahaya, karena penasaran Kakek memotong batang bambu tersebut dan alangkah terkejutnya sang Kakek ketika mendapati ada seorang bayi perempuan mungil di dalam batang bambu yang bersinar tadi. Kakek membawa anak perempuan di dalam batang bambu itu pulang dan dirawat layaknya anak sendiri dengan penuh kasih sayang, mereka menamakannya Kaguya.

Sejak menemukan Kaguya, setiap kali pergi ke hutan Kakek selalu menemukan kembali batang bambu yang bercahaya, tetapi kali ini didalamnya berisi koin emas kejadian ini terus berulang sehingga membuat Kakek dan Nenek menjadi kaya raya dan berkecukupan untuk membesarkan putri mereka. Kaguya tumbuh menjadi seorang putri yang sangat cantik jelita, wajahnya bercahaya, kulitnya bersinar berwarna kuning keemasan, membuat siapapun yang melihat jatuh hati padanya. Berita tentang kecantikan putri Kaguya tersebar ke seluruh penjuru negeri. Setiap hari selalu datang pria yang melamar untuk menjadikannya istri. Tetapi putri selalu menolaknya, meskipun tahu usahanya sia-sia para pria itu tetap bertahan di sekitar rumah Putri Kaguya dengan harapan sang putri akan berubah pikiran, hingga satu persatu dari mereka menyerah dan kemudian pulang dengan langkah yang hampa. Tetapi ada lima orang yang bertahan terus menunggu sang putri, melihat itu sang Kakek merasa iba dan berusaha membujuk putri agar menerima satu diantara lima pria tersebut, tapi putri tetap menolak secara halus dengan memberi syarat yang sukar untuk diwujudkan.

putri Kaguya meminta kelima pria yang menunggu untuk membawakan barang yang mustahil didapatkan, pria pertama diminta membawakan mangkuk suci buddha, pria kedua bertugas membawa bunga azaela emas, pria ketiga bertugas mencarikan tikus putih api dari china, pria keempat harus membawa mutiara naga, dan yang terakhir diminta membawa kulit kerang bercahaya milik burung walet. Kelima pria tersebut tidak ada yang bisa membawa barang permintaan putri Kaguya, mereka pulang dengan sagat kecewa karena cintanya bertepuk sebelah tangan. Berita kegagalan ini terdengar sampai ke kuping Kaisar dan Kaisar memutuskan menemui putri yang menjadikan Kaisar pun jatuh hati kepadanya, tapi putri tetap menolaknya, Setelah kejadian itu sang putri menjadi sering menangis setiap malam tiba sambil menatap cahaya bulan. Setiap malam berganti tangis putri menjadi semakin menjadi-jadi.

Hal ini membuat Kakek dan Nenek merasa khawatir dan menanyakan apakah gerangan yang sedang dipikirkan putrinya. Akhirnya Putri Kaguya mengaku bahwa dia sebenarnya bukanlah manusia bumi, melainkan manusia dari  bulan yang diturunkan ke bumi, dan dia akan kembali ke bulan pada malam bulan purnama tiba. Hingga akhirnya malam bulan purnama pun tiba orang-orang bulan turun untuk menjemput Putri Kaguya pulang ke bulan, prajurit-prajurit yang diutus Kaisar dan Kakek pengambil bambu berusaha melindungi putri agar tidak kembali ke bulan, tapi usaha mereka sia-sia dan pada akhirnya Putri Kayuga tetap kembali ke bulan.

Sebelum pergi putri yang ternyata menaruh hati juga kepada Kaisar memberi hadiah obat yang bisa membuat Kaisar hidup kekal. Tapi Kaisar merasa percuma hidup kekal bila tanpa ada Putri Kaguya disisinya, dengan sangat sedih karena kehilangan putri sang Kaisar menyuruh orangnya untuk membakar obat itu dibakar di Suruga, yaitu di puncak gunung tertinggi di jepang. Gunung tersebut kemudian disebut Fushi No Yama yang sekarang menjadi gunung Fujiyama. Konon obat yang dibakar diatas gunung ini yang membuat Gunung Fuji selalu mengeluarkan asap hingga sekarang.


Kaguya hime adalah salah satu cerita rakyat Jepang tertua yang sangat terkenal. Sebagian masyarakat Jepang masih percaya bahwa penyebab pucak gunung fuji yang merupakan gunung tertinggi di Jepang selalu  mengeluarkan asap karena putri kaguya hime. Selain itu, cerita rakyat Jepang ini memiliki kemiripan dengan cerita rakyat Indonesia yaitu “Timun Emas”.

Washi : Kertas Kualitas Dewa Khas Negeri Sakura

Washi : Kertas Kualitas Dewa Khas Negeri Sakura

Washi (和紙) atau wagami adalah kertas yang dibuat dengan metode tradisional di Jepang. Dibandingkan kertas produksi mesin, serat dalam washi lebih panjang sehingga washi bisa dibuat lebih tipis, namun tahan lama (tidak lekas lusuh atau robek). Di Jepang, washi digunakan dalam berbagai jenis benda kerajinan dan seni seperti origami, shodō dan ukiyo-e. Washi juga digunakan sebagai hiasan dalam agama Shinto, bahan pembuatan patung Buddha, bahan mebel, alas sashimi dalam kemasan, bahan perlengkapan tidur, bahan pakaian seperti kimono, serta bahan interior rumah dan pelapis pintu dorong. Washi digunakan sebagai bahan uang kertas sehingga uang kertas yen terkenal kuat dan tidak mudah lusuh.

Shared by : NEXS Japanese Language Center

 

Konsultan Pendidikan Profesional dan Terpercaya di Indonesia, NEXS Japanese Language Center

Dapatkan FREE TRIAL JAPANESE CLASS berdurasi 60 menit dengan materi pembelajaran pengenalan Bahasa Jepang, pengenalan Huruf Kana serta simulasi JLPT

NEXS Japanese Language Center, Pilihan tepat Belajar Bahasa Jepang di Surabaya!

🌟 NEXS Japanese Language Center 🌟
Kursus Bahasa Jepang di Surabaya (Kelas Regular & Private)
Conversation Class Bahasa Jepang di Surabaya
Kelas Persiapan JLPT di Surabaya
Kelas Bahasa Jepang ONLINE
Konsultasi pendidikan ke Jepang di Surabaya
Jasa Penerjemahan Bahasa Jepang di Surabaya
Program Study Tour ke Jepang

Head Office NEXS Japanese Language Center:
Komplek Ruko Transmart Rungkut Blok A-25
Jl. Raya Kalirungkut No. 23 Surabaya 60293
TELEPHONE: (031)8781033
WA : 081335555002
ID LINE: nexs.center
e-mail: ask@nexs.co.id
website: www.nexs.co.id

Lampu Lalu Lintas di Jepang Berwana Biru , Benarkah ?

Lampu Lalu Lintas di Jepang Berwana Biru , Benarkah ?

Lampu lalu lintas umumnya terdiri dari tiga warna, yakni merah berati berhenti, kuning artinya siap-siap, dan hijau artinya jalan. Tapi di Jepang, ternyata kesepakatan hukum internasional di bawah Konvensi Wina tentang Tanda dan Sinyal Jalan yang telah diratifikasi oleh 74 negara ini “diingkari”.

Pasalnya,  lampu lalu lintas yang dibanyak negara berwarna hijau, di Jepang justru diganti dengan warna biru. Kenapa ?

Menurut catatan sejarah, ratusan tahun yang lalu, bahasa Jepang hanya menyertakan empat warna dasar: hitam, putih, merah, dan biru. Untuk menggambarkan sesuatu yang hijau, orang Jepang akan menggunakan kata itu untuk huruf biru – “ao” – hal ini terus berlangsung hingga akhir milenium pertama, ketika kata “midori” (awalnya berarti “tunas”) mulai muncul secara tertulis untuk menggambarkan warna hijau.

Hingga sekarang kata midori dianggap sebagai naungan ao. Pengalihan tiba-tiba ini memiliki efek abadi di Jepang. Hari ini Anda masih akan melihat warna hijau yang diberi label biru. Seorang penjual buah mungkin akan menjual sebuah ao-ringo (apel biru) hanya untuk mengecewakan Anda bahwa itu sebenarnya hijau.

Penyebutan hijau dengan “ao” ini setidaknya berlangsung sampai ada kata “midori” yang berarti tunas (hijau) mulai muncul di berbagai tulisan untuk menggamarkan warna hijau.

Namun, ternyata urusan pembahasan warna ini tak berhenti begitu saja setelah ada kata “midori”. Karena dalam bahasa Jepang, midori dianggap ada dalam naungan “ao”. Jadi secara teknis, hijau tetap dikatakan biru.

Rumitnya aturan warna ini sempat membuat pemerintah Jepang mendapat tekanan dari berbagai negara. Hingga akhirnya, Jepang melakukan inovasi dengan membuat lampu lalu lintas biru danhijau-kombinasi yang dikenal sebagai tanda sinyal “grue” atau”blee” dan berlaku sampai sekarang.

Jika suatu saat Minasan berkunjung ke Jepang dan menemukan lampu lalu lintas berwarna biru, jangan kaget ya karena itu tanda Anda harus melanjutkan perjalanan. 😉

Konsultan Pendidikan Profesional dan Terpercaya di Indonesia, NEXS Japanese Language Center

Dapatkan FREE TRIAL JAPANESE CLASS berdurasi 60 menit dengan materi pembelajaran pengenalan Bahasa Jepang, pengenalan Huruf Kana serta simulasi JLPT

NEXS Japanese Language Center, Pilihan tepat Belajar Bahasa Jepang di Surabaya!

🌟 NEXS Japanese Language Center 🌟
Kursus Bahasa Jepang di Surabaya (Kelas Regular & Private)
Conversation Class Bahasa Jepang di Surabaya
Kelas Persiapan JLPT di Surabaya
Kelas Bahasa Jepang ONLINE
Konsultasi pendidikan ke Jepang di Surabaya
Jasa Penerjemahan Bahasa Jepang di Surabaya
Program Study Tour ke Jepang

Head Office NEXS Japanese Language Center:
Komplek Ruko Transmart Rungkut Blok A-25
Jl. Raya Kalirungkut No. 23 Surabaya 60293
TELEPHONE: (031)8781033
WA : 081335555002
ID LINE: nexs.center
e-mail: ask@nexs.co.id
website: www.nexs.co.id

 

Arti “Kepercayaan” Bagi Orang Jepang

Arti “Kepercayaan” Bagi Orang Jepang

Shinto, Buddhisme, dan sistem kepercayaan Jepang Agama di Jepang adalah ide-ide yang luar biasa dari Shintoisme dan Buddhisme. Tidak seperti di Barat, agama di Jepang jarang dikhotbahkan, juga bukan doktrin. Sebaliknya itu adalah kode moral, cara hidup, hampir tidak dapat dibedakan dari nilai-nilai sosial dan budaya Jepang. Agama Jepang juga urusan pribadi, keluarga. Ini terpisah dari negara; tidak ada sembahyang agama atau simbol dalam upacara kelulusan sekolah, misalnya. Agama jarang dibahas dalam kehidupan sehari-hari dan mayoritas orang Jepang tidak beribadah secara teratur atau mengaku beragama. Namun, kebanyakan orang beralih ke ritual keagamaan dalam kelahiran, pernikahan dan kematian dan mengambil bagian dalam matsuri spiritual (atau festival) sepanjang tahun.

Agama dan Kaisar

Hingga Perang Dunia II, agama Jepang memusatkan perhatian pada sosok Kaisar sebagai Tuhan yang hidup. Subyek melihat diri mereka sebagai bagian dari keluarga besar dimana semua orang Jepang menjadi anggota. Namun, kekalahan perang yang menghancurkan, menghancurkan keyakinan banyak orang, ketika suara lemah Kaisar disiarkan kepada bangsa yang meninggalkan keilahiannya. Periode sejak itu telah melihat sekularisasi masyarakat Jepang hampir sedramatis keajaiban ekonomi yang melihat ekonomi pasca perang Jepang melanda. Namun, banyak ritual yang telah bertahan dari keruntuhan keyakinan agama. Hari ini, agama mendefinisikan identitas Jepang lebih dari spiritualitas, dan membantu memperkuat ikatan keluarga dan masyarakat.

Shintoisme versus Buddhisme

Shintoisme adalah spiritualitas pribumi Jepang. Diyakini bahwa setiap makhluk hidup di alam (misalnya pohon, batu, bunga, binatang – bahkan suara) mengandung kami, atau dewa. Oleh karena itu, prinsip-prinsip Shinto dapat dilihat di seluruh budaya Jepang, di mana alam dan pergantian musim sangat disayangi. Ini tercermin dalam seni seperti ikebana (merangkai bunga) dan bonsai, desain taman Jepang dan perayaan tahunan sakura – atau bunga sakura. Shinto hanya mendapatkan namanya ketika agama Buddha datang ke Jepang melalui China, Tibet, Vietnam, dan akhirnya Korea. Agama Buddha tiba pada abad keenam, membangun dirinya di Nara. Seiring waktu agama Buddha dibagi menjadi beberapa sekte, yang paling populer adalah Buddhisme Zen. Intinya, Shintoisme adalah spiritualitas dunia ini dan kehidupan ini, sedangkan agama Buddha berkaitan dengan jiwa dan akhirat. Ini menjelaskan mengapa bagi Jepang kedua agama itu ada sehingga berhasil bersama, tanpa kontradiksi. Untuk merayakan kelahiran atau pernikahan, atau untuk berdoa untuk panen yang baik, giliran Jepang ke Shintoisme. Pemakaman, di sisi lain, biasanya upacara Buddha.

Kuil Shinto Versus Kuil Budha 

Sebagai aturan umum, kuil-kuil adalah Shinto dan kuil-kuil adalah Buddha. Kuil dapat diidentifikasi oleh gerbang masuk besar atau torii, sering dicat merah vermillion. Namun Anda akan sering menemukan kedua kuil dan bangunan candi di kompleks yang sama sehingga kadang-kadang sulit untuk mengidentifikasi dan memisahkan keduanya. Untuk menghargai kuil, lakukan seperti yang dilakukan orang Jepang. Tepat di dalam gerbang torii merah Anda akan menemukan air mancur atau palung. Di sini Anda harus menggunakan sendok bambu untuk mencuci tangan dan mulut Anda untuk memurnikan roh Anda sebelum masuk. Selanjutnya, carilah tali tebal panjang yang tergantung dari bel di depan altar. Di sini Anda dapat berdoa: pertama-tama membunyikan lonceng, lempar koin di depan altar seperti pada penawaran (lima koin ¥ dianggap beruntung), tepuk tangan tiga kali untuk memanggil kami, kemudian genggam tangan Anda bersama untuk berdoa. Di sebuah kuil, Anda harus melepas sepatu Anda sebelum memasuki bangunan utama dan berlutut di lantai tatami-tikar sebelum altar atau ikon untuk berdoa.

Pesona keberuntungan

Keberuntungan, takdir dan takhayul penting bagi Jepang. Banyak orang membeli pesona kecil di kuil atau tempat suci, yang kemudian melekat pada tas, gantungan kunci, ponsel atau digantung di mobil untuk membawa keberuntungan. Pesona yang berbeda memberikan keberuntungan yang berbeda, seperti keberhasilan atau kesuburan ujian. Doa sering ditulis pada tablet nazar: papan kayu yang disebut ema yang digantung di sekitar ratusan di sekitar pekarangan kuil. Di kuil-kuil terkenal seperti Kyoto’s Kiyomizu-dera, Anda akan melihat tablet nazar yang ditulis dalam berbagai bahasa. Cara terakhir untuk mempelajari takdir Anda adalah dengan mengambil slip keberuntungan. Kadang-kadang tersedia dalam bahasa Inggris, kemerosotan uang mencerminkan masa depan Anda di berbagai bidang: kesuksesan, uang, cinta, pernikahan, perjalanan, dan banyak lagi. Jika kekayaan Anda buruk, ikat slip Anda ke cabang pohon di halaman kuil; meninggalkan selip di kuil akan meningkatkan keberuntungan Anda.

Upacara keagamaan
Waktu paling penting dari tahun dalam kalender Jepang adalah Tahun Baru, dirayakan dari tanggal 1 hingga 3 Januari, dan O-Bon, biasanya diadakan sekitar tanggal 16 Agustus. Pada Tahun Baru, Jepang melakukan perjalanan ke makam leluhur untuk berdoa bagi sanak keluarga yang terlambat. Kunjungan kuil pertama Tahun Baru juga penting untuk menjamin keberuntungan untuk tahun depan. Di O-Bon diyakini bahwa roh para leluhur turun ke bumi untuk mengunjungi yang hidup. Tidak seperti Halloween, roh-roh seram ini disambut dan Jepang melakukan kunjungan ke makam keluarga. Kelahiran dirayakan dengan kunjungan keluarga ke kuil. Pengantaran masa kecil diperingati pada tiga usia kunci: tiga, lima dan tujuh, dan anak-anak kecil mengenakan kimono mahal dan dibawa ke tempat-tempat suci tertentu seperti Kuil Meiji di Tokyo. Umur yang akan datang secara resmi dirayakan pada 20. Pada awal Januari, upacara-upacara besar-besaran (seperti kelulusan) diadakan di balai kota diikuti dengan kunjungan kuil oleh orang-orang muda yang mengenakan kimono cerah dengan bangga. Di Jepang hari ini, upacara pernikahan adalah bentrokan besar Timur bertemu Barat. Pernikahan Jepang mungkin memiliki beberapa bagian, termasuk upacara Shinto dalam pakaian tradisional di kuil serta resepsi pernikahan gaya Barat di hotel atau restoran. Di bagian kedua sekarang populer bagi pengantin untuk mengenakan gaun pengantin untuk howaito wedingu (pernikahan putih). Pemakaman diawasi oleh para pendeta Buddha. 99% orang Jepang dikremasi dan abunya dikubur di bawah batu nisan. Untuk lebih memahami pemakaman Jepang, InsideJapan Tours sangat merekomendasikan film pemenang Oscar, Okuribito, atau Keberangkatan, tentang seorang pemain konser yang kembali ke asalnya di Yamagata dan melatih kembali sebagai seorang pengurus. Matsuri Jepang adalah festival yang terhubung ke kuil. Dalam sebuah tradisi yang membentang kembali berabad-abad parade dan ritual matsuri berhubungan dengan penanaman padi dan kesejahteraan spiritual masyarakat setempat.
Agama-agama lain
Menurut Pasal 20 konstitusi Jepang, Jepang memberikan kebebasan beragama penuh, yang memungkinkan agama minoritas seperti Kristen, Islam, Hindu dan Sikhisme untuk dipraktekkan. Agama-agama ini mencakup sekitar 5-10% populasi Jepang. Namun, kekosongan spiritual yang ditinggalkan oleh penolakan Kaisar juga dengan cepat dipenuhi oleh sejumlah besar agama baru (shin shukyo) yang bermunculan di seluruh Jepang. Terutama terkonsentrasi di daerah perkotaan, agama-agama ini menawarkan manfaat duniawi seperti kesehatan yang baik, kekayaan, dan nasib baik. Banyak yang memiliki pemimpin karismatik, seperti Kristus yang mengilhami pengabdian fanatik dalam pengikut mereka. Di sinilah akar dari “pemujaan” yang terkenal sebagai “pemujaan Aum terhadap kebenaran ilahi”, yang melakukan serangan gas kereta bawah tanah Tokyo tahun 1995, dapat ditemukan. Namun, mayoritas besar agama baru terfokus pada perdamaian dan pencapaian kebahagiaan, meskipun banyak orang Jepang yang tidak memiliki keterlibatan tampak curiga terhadap organisasi semacam itu. Penghindaran pajak atau pencucian uang, menurut sebagian, setara untuk kursus. Beberapa agama baru, seperti PL Kyoden (Public Liberty Kyoden) dan Soka Gakkai, telah menjadi bagian dari pembentukan Jepang, dan tampaknya peran mereka dalam politik dan bisnis tidak dapat diremehkan.
Mana yang harus dikunjungi?
Bagi mereka yang memiliki minat dalam agama Buddha atau Shinto, Jepang penuh dengan tempat-tempat menarik untuk dikunjungi. Nara, di daerah Kansai dekat Osaka, dianggap sebagai rumah asli agama Buddha di Jepang dan menampilkan museum seni dan artefak Buddha yang luas, serta patung Budha yang sangat besar yang menjadi daya tarik utama pengunjung Nara. Kyoto penuh dengan kuil-kuil dan kuil-kuil yang indah dan dapat memberikan pandangan unik kembali melalui sejarah ke masa ketika keyakinan agama adalah bagian yang lebih penting dari kehidupan sehari-hari, serta hanya menakjubkan untuk dilihat. Bahkan, ke mana pun Anda pergi di Jepang, Anda akan melihat wajah warisan agama negara itu.
Source : https://www.insidejapantours.com/japanese-culture/religion/
Bagi Mina-san yang sedang mencari referensi buku persiapan JLPT  skala N5-N3 dengan materi berkualitas, penjelasan pembahasan di setiap soalnya dalam bahasa Indonesia, lengkap dengan rangkuman materi pola kalimat, kosakata, daftar Kanji, serta dilengkapi audio LISTENING

Ini dia solusinya!!

 

Buku Strategi & Bank Soal JLPT

 

 

 

 

 

 

Silakan klik foto di atas untuk memperoleh detail isi dan foto buku

 

 

 

*SPECIAL PROMO*

 

Bagi teman-teman yang memesan langsung buku Strategi & Bank Soal JLPT secara online, ke kontak NEXS Japanese Language Center, akan kami berikan harga

Rp159.000,-

 

Harga umum di toko buku seluruh Indonesia adalah Rp180.000,-

 

Bagi yang berminat, silakan lagsung menghubungi tim pemesanan buku NEXS JLC via

WhatApps 0857-3635-1918 (irma) atau ID LINE: irma.nurmalasari

 

Konsultan Pendidikan Profesional dan Terpercaya di Indonesia, NEXS Japanese Language Center

Dapatkan FREE TRIAL JAPANESE CLASS berdurasi 60 menit dengan materi pembelajaran pengenalan Bahasa Jepang, pengenalan Huruf Kana serta simulasi JLPT

NEXS Japanese Language Center, Pilihan tepat Belajar Bahasa Jepang di Surabaya!

🌟 NEXS Japanese Language Center 🌟
Kursus Bahasa Jepang di Surabaya (Kelas Regular & Private)
Conversation Class Bahasa Jepang di Surabaya
Kelas Persiapan JLPT di Surabaya
Kelas Bahasa Jepang ONLINE
Konsultasi pendidikan ke Jepang di Surabaya
Jasa Penerjemahan Bahasa Jepang di Surabaya
Program Study Tour ke Jepang

Head Office NEXS Japanese Language Center:
Komplek Ruko Transmart Rungkut Blok A-25
Jl. Raya Kalirungkut No. 23 Surabaya 60293
TELEPHONE: (031)8781033
WA : 081335555002
ID LINE: nexs.center
e-mail: ask@nexs.co.id
website: www.nexs.co.id

Under Development Dismiss